BUDAYADAERAHEDUKASINEWS

Sekolah Penggerak, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

31
×

Sekolah Penggerak, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

Share this article
Projek Pertama
Terapkan dua Kurrikulum, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

DPNTimes,Nunukan-Sebagai Sekolah Penggerak yang menerapkan dua kurrikulum, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Nunukan menggelar Pelaksanaan Projek pertama dengan mengunjungi Rumah Adat Tidung di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada senin (25/10).

Wakil Kepala SMP 1 Nunukan Bidang Kurrikulum menyebutkan Sekolah Penggerak diberikan pilihan melaksanakan tujuh tema projek berbeda dan diwajibkan melaksanakan minimal tiga di antara tema-tema tersebut.

Projek Pertama KOS
Bersama: Sekolah Penggerak, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

“Dari tiga tema ini, pertama adalah Kearifan Lokal yang kami beri subtema Pesona Budaya Daerah dan penerapkan proses belajarnya dengan mengunjungi dan mengundang Pemangku Adat Tidung Binusan untuk memberikan materi tentang Budaya Tidung, Kata Suriana saat ditemui Tim Redaksi DPNTimes.

Dua tema lainnya, lanjut Suriana, akan dilaksanakan akhir November 2021 yaitu Seniman Masuk Sekolah serta Suara Demokrasi yang akan dilaksanakan pada semester II nanti.

“Jadi untuk Seniman Masuk Sekolah ini tidak melibat semua siswa, hanya keterwakilan namun siswa lainnya itu mengamati sedangkan Suara Demokrasi ini siswa diajarkan berpolitik layaknya orang dewasa, hanya saja skalanya yang lebih kecil yang nantinya itu akan dilaksanakan pada pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS),” papar Suriana.

Lebih lanjut, Suriana menjelaskan pembelajaran yang menggunakan KOS terbagi atas dua jenis pembelajran yakni pembelajaran rutin yang berlangsung layaknya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) biasanya selama lima hari sekolah dan yang kedua adalah pembelajaran yang bersifat projek. “Inilah yang kita laksanakan sekarang,” katanya.

Baca Juga  Meriahkan HUT ke-24 Nunukan, Dinkes PPKB Bersama Tim Penggerak PKK Gelar Pelayanan Sunatan Massal
Projek Pertama Sekolah Penggerak Nunukan
Mendengarkan Materi: Sekolah Penggerak, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

“Harapannya, melalui kegiatan ini, enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yakni; Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia; Berkebhinekaan Global; Gotong-Royong; Mandiri; Kritis; dan Kreatif dapat terwujud,” pungkas Suriana yang juga Guru Mata Pelajaran IPA Kelas VII ini.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan ini Nurlaila menyebutkan pelaksanaan Project Pesona Daerah dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat serta telah mengantongi izin dari satgas Covid-19 Kabupaten Nunukan.

“Siswa kami wajibkan mematuhi prokes serta membawa hand sanitizer dan mengurangi berkomunikasi dengan teman-temannya. Paling penting, siswa sudah divaksin” jelas Nurlaila.

Guru Mata Pelajaran IPS ini menyebutkan 96 orang siswa dari tiga kelas dijadwalkan ikut namun hingga pada hari pelaksanaan hanya 74 orang saja yang bisa ikut. Hal ini dikarenakan mereka belum dizinkan oleh orangtua mereka untuk bergabung dengan Projek Pesona Budaya Daerah ini serta belum divaksin.

“Besok itu dua kelas dan Rabu lusa, saat penutupan akan diikuti tiga kelas. Jadi total keseluruhan yang seharusnya ikut itu setidaknya 256 orang, tapi bisa dipastikan tidak semua ikut karena alasan tadi.” Pungkasnya.

Selain berkunjung ke Rumah Adat Tidung, siswa SMP 1 Nunukan juga  bertemu dengan beberapa Pemangku Adat Tidung yang mengenakan pakaian adat khas Tidung sekaligus sebagai pemateri pada proses pembelajaran Pesona Budaya Daerah ini.

Projek Pertama SMP
Memberikan Materi: Sekolah Penggerak, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

Materi pertama tentang lagu Adat Tidung yang dibawakan langsung oleh Koordinator Lembaga Adat Tidung juga sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Daerah Nunukan H Sura’i.

Baca Juga  Bertemu Danlanal Nunukan, Handoyo: Kami Siap Kolaborasi dengan PWI

Dalam materinya, ia juga menjelaskan secara singkat tentang simbol-simbol yang bisa ditemukan di Rumah Adat Tidung yang ia sebutkan sebagai mantra dan masing-masing memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

“Kepada murid-murid peserta kegiatan ini, kami berharap benar-benar mempelajari kebudayaan Tidung,” kata H Sura’i kepada Tim Redaksi DPNTimes usai menyampaikan materinya.

Selain itu, dia juga berharap pihak sekolah tetap melaksankan kegiatan serupa nantinya demi menjaga dan melestarikan Budaya Tidung.

“Kami berharap semua orangtua memberikan dukungannya dan mengizinkan anak-anak mereka untuk terlibat dalam kegiatan belajar seperti ini.

Materi kedua oleh Pemangku Adat Tidung Kecamatan Nunukan, Abdul Samad tentang Tarian Adat Tidung kemudian dilanjutkan oleh Ibrahim Latief yang membawakan materi mengenai Musik Adat Tidung.

Materi terakhir memperkenalkan tumbuhan asli Suku Tidung yang dibawakan oleh Pemangku Adat Tidung Desa Binusan, Abdul Kahar Uking. Dalam materinya ia menyebutkan ada banyak jenis tanaman adat yang dapat digunakan baik itu sebagai bahan makanan, obat-obatan maupun peruntukan lainnya.

Projek Pertama
Bersama,: Sekolah Penggerak, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

Turut hadir dalam kegiatan ini, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia (RI-Malaysia) Yonarmed 18/Komposit juga memberikan pandangannya mengenai Projek Pesona Budaya Daerah ini.

Lettu Arm M. Hafizh S. Tr (Han) menyampaikan rasa gembiranya telah dilibatkan dalam upaya pelestarian budaya daerah dan merasa bangga dengan siswa-siswa SMP 1 Nunukan yang sangat antusias mempelajari Budaya Adat Tidung.

Baca Juga  Tidak Kenal Hari Libur, Satgas TMMD Terus Rampungkan Sasaran Fisik

“Kami bangga telah dilibatkan dalam kegiatan ini.  Selain telah membantu generasi muda belajar tentang Budaya Tidung, kami juga merasa senang karena menjadi bagian pelestarian kebudayaan,” katanya.

Ia berharap pihak satgas pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit tetap akan dilibatkan dalam kegiatan serupa dan ia dengan tegas menyatakan akan selalu siap membantu.

Projek Pertama
Guru dan Siswa: Sekolah Penggerak, SMP 1 Nunukan Gelar Projek Pertama di Rumah Adat Tidung Binusan

Putri Sinungboleng, siswa kelas VII B yang sempat diwawancarai Tim Redaksi DPNTimes di tengah isitrahatnya menyebutkan sangat senang telah ikut dalam Project Pesona Budaya Daerah ini.

“Saya berharap ke depannya saya juga berkesempatan mengikuti kegiatan yang serupa atau mungkin dengan variasi yang berbeda,” Kata Putri.

Turut hadir dalam Projek Pesona Budaya Daerah  ini di antaranya Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Daerah Nunukan dan Aparat Pemerintah Desa Binusan serta sejumlah Tenaga Pendidik SMP 1 Nunukan.(*)

Baca Juga

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights