DAERAHEDUKASINEWSSINTEKTEKNOLOGI

DPK Nunukan Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi PAGUNTAKA

5
×

DPK Nunukan Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi PAGUNTAKA

Share this article
Latihan Penggunaan Aplikasi
DKP Nunukan Berikan Latihan Penggunaan Aplikasi PAGUNTAKA

DPNTimes,Nunukan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Nunukan menggelar sosialisasi penggunaan Aplikasi Data Terintegrasi untuk Inovasi Kreatif Akuntabel (PAGUNTAKA) di Desa Binusan pada Rabu (27/10).

PAGUNTAKA ini merupakan hasil karya putra/putri Nunukan yang keseharian mereka berkumpul di internal DPK. Selain itu, PAGUNTAKA juga dikembang berdasarkan ide atau gagasan Kepala Bidang Otomasi DPK Nunukan, Andi Nilawati,  yang kemudian dikembangkan oleh tim IT di bawah koordinasi Benny.

Selain digunakan untuk pengelolaan administrasi desa, PAGUNTAKA juga terintegrasi dengan perpustakaan digital sehingga semua pengguna dapat memanfaatkannnya untuk pengembagan diri mereka melalui perpustakaan digital, “Karena Perpustakaan adalah rumah peradaban,” sebut Andi Nilawati.

“Perpustakaan adalah ruang terbuka bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual, berlatih berbagi keterampilan dan kecakapan yang memungkinkan setiap orang meningkatkan kapabilitas hidup dan kesejahteraannya,” paparnya.

Dalam memperkuat budaya literasi, lanjutnya, harus ada upaya holistic dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat baik di pusat maupun di daerah melalui unsur pemerintah, swasta, maupun independen.

Baca Juga  Pemkab Nunukan - STTD Jalin Kerjasama Pemenuhan Kebutuhan SDM Bidang Transportasi Darat

“Unsur membangun interaksi untuk menyatukan tujuan pemerintah dan berbagi pengalaman demi mencapai tujuan bersama diperlukan penguatan budaya Literasi,” jelasnya.

Disebutkan Andi Nilawati, secara nasional, hampir semua kementerian memiliki program pengembangan literasi mereka masing-masing dan Perpusnas RI mengadakan MoU dengan beberapa kementerian.

“Di antara kementerian yang telah mengikat diri dengan Perpusnas RI melalui MoU adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud); Kementerian Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi (Kemendesa, PDTT); Kementerian Komukasi dan Informatika (Kemenkominfo); dan Kementerian Sosial (Kemensos),” sebut dia.

Di Kabupaten Nunukan sendiri, tambahnya, tujuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat melalui peningkatan budaya literasi yang mana sekarang ini tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga peningkatan potensi diri  yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan PAGUNTAKA.

Ia menjelaskan Rencana Aksi Perubahan PAGUNTAKA memiliki dua versi, offline dan online. Untuk Versi offline, semua pihak dapat mengaksesnya tanpa harus menggunakan jaringan internet sedangkan versi lainnya hanya dapat diakses menggunakan jaringan internet.

“Karenanya, kami berharap nantinya 232 desa yang ada di Kabupaten Nunukan dapat memanfaatkan versi offline jika belum memiliki jaringan internet meskipun fiturnya tidak selengkap versi online. Namun, untuk tahap awal, kita masih menerapkan versi offline baik di Desa Binusan maupun desa lainnya yang berminat,” jelas Andi Nilawati.

Baca Juga  Jalan Sehat Bersama BUMN Digelar Di Nunukan
Latihan Penggunaan Aplikasi
DKP Nunukan Berikan Latihan Penggunaan Aplikasi PAGUNTAKA

Lebih lanjut, dia menyebutkan akan melibatkan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar bersama memberikan sumbangsinya di Desa Binusan. “Pihak Telkom dan Pegadaian akan memberikan bantuan selagi itu terkait Progaram Literasi,” sebut Andi Nilawati.

“PAGUNTAKA itukan Bahasa Tidung, tapi alasan kami memilih Desa Binusan itu karena mereka bersedia unutk menguji coba serta ke depannya, Binusan akan menjadi contoh desa wisata,” paparnya.

Ia juga menyebutkan program ini memiliki tujuan yang terbagi atas tiga tahapan di mana saat ini, jangka pendek, hingga dua bulan ke depan merupakan uji coba yang bersifat offline.

“Sekarang masih terbatas di pelayanan administrasi desa, namun nantinya pada tahap jangka menengah selama enam bulan itu rencana baru akan online yang bisa diakses semua warga,” jelasnya.

Kepala Desa Binusan Rudihartono yang di temui di ruang kerjanya usai mengikuti kegiatan sosialisasi ini  menyebutkan dengan mengikuti program Perpusnas diharapkan dapat membantu mempromosikan program pemerintah desa, khususnya sektor wisata serta UMKM yang sedang dalam perencanaan.

“Selain mempromosikan Desa Binusan, program ini juga nantinya akan membantu kerja-kerja perangkat desa karena di dalamnya (PAGUNTAKA) terdapat fitur administrasi desa termasuk peningkatan literasi masyarakat desa,” sebut Rudihatono.

Baca Juga  30 WBP Kristen di Lapas Nunukan Ikuti Program Pembinaan Kerohanian

Ia berharap PAGUNTAKA ini tidak seperti program-program sebelumnya yang tidak memberikan manfaat jangka panjang serta terhenti di tengah jalan karena sulitnya menghubungi pihak pengembang.

“Bagusnya program ini adalah karena pengembangnya itu putra daerah Nunukan jadi jika ada masalah nantinya, kita bisa langsung menghubunginya,” pungkas Rudihartono.

Senada dengan Andi Nilawati, Rudihartono juga mengutarakan rencananya untuk mengadakan launching program pada perayaan IRAW ke-II pada 25 Novemver 2021 nanti.

“Kita Koordinasikan dulu dengan Panitia IRAW. Jika memungkinkan, kita juga merencanakan untuk launching Wisata Alam Hutan Mangrove di Sei Fatimah bersama Gubernur Kalimantan Utara,” papanya.

Baca Juga

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights