DAERAHNEWS

Bupati Nunukan Resmikan Wakul, Laura: Jangan Sampai Kembali Kumuh

3
×

Bupati Nunukan Resmikan Wakul, Laura: Jangan Sampai Kembali Kumuh

Share this article

DPNTimes,Nunukan-Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid meresmikan Rumah Wisata Kuliner Pesisir di Kecamatan Nunukan Utara pada Selasa (08/03).

Kegiatan peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita dan nasi tumpeng serta dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) regular dan PPMK Livelihood tahun anggaran 2021.

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengapresisasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang telah hadir dengan berbagai capaian di Kabupaten Nunukan.

“Sejak hadir di Nunukan, Program Kotaku terbukti mampu melakukan akselerasi dalam memperbaiki sarana dan prasarana infrastruktur dasar yang ada di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Laura.

Ia menyebutkan bahwa hal ini dikarenakan Program Kotaku berbasis dari aspirasi langsung masyarakat dan mereka dilibatkan secara aktif dalam program ini sehingga hasilnya benar-benar dapat langsung mereka nikmati.

“Misalnya, karena banyak masyarakat yang membudidayakan rumput laut, maka Program Kotaku memfasilitasi lantai jemur,” imbuh Laura.

Baca Juga  Ibadah Bersama, Danrem 172/PWY Serahkan Tali Asih dari Pangdam XVII/Cenderawasih kepada Gereja GPDP

Ia menambahkan karena banyaknya jalan di pesisir pantai yang rusak sehingga kehadiran Program Kotaku dengan rehabilitasinya dinilai sangat membantu masyarakat.

Ia juga percaya dengan diresmikannya Rumah Wisata Kuliner Pesisir di kawasan Tanah Merah ini akan mampu membangkitkan perekonomian ekonomi masyarakat terutama para pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner dan jajanan pangan.

“Dipilihnya kawasan pantai atau pesisir untuk pembangunan rumah wisata kuliner ini sebagai sebuah pilihan yang tepat. Pengunjung yang datang nantinya dapat menikmati aneka kuliner sekaligus dapat menikmati suasana pantai bersama dengan keluarga,” papar Laura.

Pilihan lokasi ini, kata Laura, juga bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berada di sekitar rumah wisata kuliner.

“Pesisir yang selalu identik sebagai kawasan kumuh dan jorok secara perlahan juga bisa dihilangkan karena masyarakat secara moral memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaganya,” kata Laura.

Disampaikan pula bahwa keterbatasan sarana infrastruktur dasar masyarakat hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Baca Juga  Buka Workshop Literasi, Gubernur Minta Jemput Bola Tekan Buta Aksara hingga Posisi Kaltara Untuk Ibukota Negara

Dan, di samping itu, tambah Laura, ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang layak dan memadai akan secara otomatis meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Padahal kita tahu bersama bahwa ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi pengungkit pertumbuhan kegiatan perekonomian masyarakat,” imbuh Laura

“Karena biasanya, masyarakat yang hidup di lokasi yang kumuh tanpa melihat kualitas hidupnya baik kualitas kesehatan, pendidikan, sosial maupun kemasyarakatannya,” ungkap Laura.

Laura berharap program kotaku bisa terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi kekurangan yang hadir di tengah masyarakat pesisir.

“Saya sangat berharap Program Kotaku ini tidak berhenti sampai di sini saja karena ini juga merupakan harapan masyarakat. Meskipun jumlah anggaran sebesar Rp. 6 Miliar ini dirasa lumayan besar terlebih dengan kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini,” ungkap Laura.

Dengan jumlah anggaran tersebut, kata Laura, kami meminta agar benar-benar dapat digunakan tepat sasaran sehingga tim pelaksana Program Kotaku harus membangun komunikasi lebih intens lagi dengan staf-staf di lapangan maupun dengan masyarakat yang memiliki kepentingan terhadap pembangunan di tempat-tempat yang menjadi target Program Kotaku.

Baca Juga  Bupati Nunukan Resmikan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu

Selain itu, Laura juga berpesan kepada masyarakat dan pengelola agar tempat-tempat seperti ini yang talah dibangun tetap dijaja sehingga akan terhindar dari kesan kumuh. Jangan sampai dibangunkan tapi tidak dijaja hingga akhirnya kembali kumuh.

“Apalagi ini kuliner. Yang harus dipertahankan adalah selain masakannya yang harus enak, tempatnya juga harus bersih, nyaman dan dapat mengundang orang datang,” pesan Laura.

Baca Juga

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights