Intisari
- Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang membuka High Level Meeting TP2DD Provinsi Kaltara guna mempercepat digitalisasi retribusi daerah dan optimalisasi PAD.
- Bapenda Kaltara resmi ditunjuk sebagai lead sector TP2DD menggantikan BKAD, dengan seluruh OPD pengampu retribusi diminta segera menerapkan inovasi digitalisasi.
- Acara dirangkaikan sesi Gebyar Pajak 2026 dengan hadiah sepeda listrik dan emas bagi wajib pajak kendaraan bermotor yang patuh membayar kewajiban.
DPNTimes.com,TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kaltara di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Senin (13/7).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat digitalisasi retribusi daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menjelaskan penyelenggaraan HLM TP2DD merupakan amanat Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2021 mengenai implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
“Regulasi ini menegaskan bahwa kebijakan digitalisasi merupakan instrumen wajib yang harus kita terapkan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.
Zainal menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026 terjadi penyesuaian strategis dengan ditunjuknya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara sebagai lead sector TP2DD menggantikan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Menurutnya, perubahan tersebut bertujuan agar Bapenda dapat lebih fokus mendampingi dan memantau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil retribusi dalam menerapkan digitalisasi sehingga potensi pendapatan daerah dapat dioptimalkan.
Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa HLM TP2DD ini juga menjadi tindak lanjut dari rapat teknis optimalisasi PAD sektor retribusi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Karena itu, Zainal meminta seluruh OPD pengampu retribusi segera memaksimalkan potensi daerah melalui berbagai inovasi dan kreativitas.
“Saya meminta dengan tegas kepada seluruh OPD pengampu retribusi untuk segera memaksimalkan segala potensi yang ada di Provinsi Kalimantan Utara melalui berbagai inovasi dan kreativitas,” tegasnya.
Zainal menambahkan bahwa digitalisasi melalui penerapan Sistem Pembayaran Non Tunai (cashless) menjadi salah satu kunci meningkatkan penerimaan retribusi daerah.
Ia mengingatkan bahwa pajak dan retribusi merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan daerah yang manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai fasilitas publik lainnya.
“Saya berharap peningkatan kesadaran masyarakat untuk membayar kewajiban daerah dapat berjalan seiring dengan penyediaan kanal pembayaran digital yang semakin mudah, aman dan cepat,” pungkasnya.
Pada akhir kegiatan, Zainal menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Timur, Gentur Anggoro Waseso. Acara juga dirangkaikan dengan sesi Gebyar Pajak 2026. Lima unit sepeda listrik dan hadiah emas menjadi bentuk apresiasi bagi wajib pajak kendaraan bermotor yang telah memenuhi kewajibannya.
Lima warga Tarakan beruntung membawa pulang sepeda listrik, yakni Desy Uni Gemi (KU 4527 G), Ronny Julianto (KU 1334 GM), Erniyanti Rosita (KU 2713 GV), Erli Darliana (KU 2979 GP), dan Alfrida Banne Lemba (KU 3927 GT).
Sementara hadiah emas 1 gram dimenangkan Hernawati (KU 3014 GA) dan Langi Imang (KU 4689 AG). Hadiah emas 2,5 gram diraih Bambang Julianto (KU 6476 GW), sedangkan hadiah utama emas 5 gram jatuh kepada Asmawi (KU 6844 GC).
Pemprov Kaltara berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor sekaligus mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. (dkisp)












