DAERAH

Tugu Rupiah Berdaulat, Misi Negara Pastikan Rupiah Tersedia di Seluruh Wilayah NKRI

10
×

Tugu Rupiah Berdaulat, Misi Negara Pastikan Rupiah Tersedia di Seluruh Wilayah NKRI

Share this article

DPNTimes.com, Nunukan – Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan Hj. Sri Kustarwati Hanafiah menghadiri peresmian Tugu Rupiah Berdaulat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara tersebut dipusatkan di desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan, Sabtu (24/02).

Hadir dalam acara ini Danlanal Nunukan, Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, Camat Sebatik Tengah, Kades, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pengusaha, dan masyarakat sekitar.

Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah dalam sambutannya menjelaskan Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, memiliki keunikan geografis.

Ia menjelaskan, Kabupaten Nunukan terbagi menjadi tiga bagian yakni pulau Nunukan sebagai Ibukota administratif, Nunukan di bagian pulau besar Kalimantan, dan Pulau Sebatik yang juga merupakan bagian dari Nunukan.

“Dengan keberagaman wilayah ini, Kabupaten Nunukan memiliki tantangan tersendiri dalam hal akses, distribusi, dan juga pembangunan,” jelasnya.

Baca Juga  Tutup Bimtek, Laura Inginkan Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa

Atas nama pemerintah daerah berterima kasih kepada Bank Indonesia bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta kepada semua pihak yang terlibat.

“Untuk memastikan peredaran uang rupiah di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan bahkan hingga daerah yang sangat sulit dijangkau aksesnya,” ucapnya

Dengan peresmian Tugu Rupiah Berdaulat ini, lanjut dia, menandakan bahwa setiap masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan rupiah yang layak edar di Sebatik.

Hal ini, tambah dia, merupakan wujud kecintaan, kebanggaan dan pemahaman terhadap mata uang rupiah di kalangan masyarakat Kalimantan Utara khususnya di Sebatik.

Selama lima tahun terakhir masyarakat Sebatik telah memiliki kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap mata uang Rupiah yang terus meningkat.

“Hal ini dibuktikan dengan penggunaan mata uang rupiah yang sangat meningkat drastis. Rupiah telah digunakan pada setiap transaksi baik di pasar maupun di minimarket, atau tempat lainnya.

Tugu Rupiah Berdaulat yang dilambangkan dengan Gajah Kerdil Kalimantan yang merupakan Gajah Endemik dari Pulau Kalimantan yang habitatnya berada di Nunukan. Gajah kerdil Kalimantan merupakan salah satu hewan yang dilindungi karena jumlahnya yang terbatas.

Baca Juga  Susun RPJPD Kabupaten Nunukan 2025-2045, Laura: Pedoman Pemerintah dan Masyarakat 20 Tahun ke Depan

Di akhir sambutannya, Wabup H. Hanafiah memberikan pesan agar semua pihak menyatukan tekad, kerja keras, dan langkah bersama untuk mewujudkan Rupiah yang berdaulat untuk Indonesia kuat di perbatasan terutama di Sebatik.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono juga menyampaikan ucapan terima kasih karena kedatangannya di Kabupaten Nunukan sudah disambut dengan baik.

“Dengan dipilihnya pulau Sebatik sebagai tempat pembangunan Tugu Rupiah berdaulat berdasarkan dari misi negara khususnya dari BI untuk memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh wilayah NKRI,” katan Doni.

Selain itu, lanjutnya menambahkan, rupiah juga merupakan simbol dari kedaulatan negara, oleh karena itu rupiah wajib hadir di wilayah perbatasan yang mana Pulau Sebatik berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Doni menjelaskan tujuan BI membangun tugu rupiah berdaulat itu untuk mengingatkan kepada masyarakat perbatasan khususnya yang berada di wilayah Sebatik untuk menggunakan rupiah dalam setiap transaksinya.

“Dan tugu rupiah ini adalah yang pertama di Indonesia,” imbuh Doni.(prokompimnnk/red)

Baca Juga  Jelang Puncak Peringatan HUT ke-24 Nunukan, Jalan Lingkar Poros Nunukan-Sedadap Ditutup Sementara
Baca Juga

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights