Intisari
- Wabup Malinau Jakaria membuka Irau Bawang Furu Safi dan Pagelaran Seni Budaya dalam rangka HUT ke-68 Desa Pulau Sapi sebagai upaya melestarikan budaya daerah.
- Pemkab Malinau menilai pelestarian budaya sejalan dengan pengembangan desa wisata serta mampu mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
- Masyarakat diajak memperkuat persatuan dan kolaborasi untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Malinau.
DPNTimes.com, MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya sekaligus mengembangkan potensi desa wisata melalui penyelenggaraan Irau Bawang Furu Safi dan Pagelaran Seni Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., yang mewakili Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H. Dalam sambutannya, Jakaria menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir akibat agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, Jakaria mengucapkan selamat ulang tahun ke-68 kepada seluruh masyarakat Desa Pulau Sapi. Menurutnya, usia desa yang semakin matang harus menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga warisan budaya sebagai fondasi menuju desa yang maju, mandiri, damai, dan sejahtera.
Mengusung tema “Pulau Sapi Bersatu, Wisata Maju, Budaya Lestari”, peringatan HUT dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Malinau untuk mewujudkan daerah yang mandiri, damai, dan sejahtera melalui pemerintahan yang profesional.
Dalam kesempatan tersebut, Jakaria juga memperkenalkan lima program prioritas Pemerintah Kabupaten Malinau, yaitu Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana Unggul, Pertanian Sehat (PESAT), Smart Government (SAGET), dan Milenial Mandiri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan. Berbagai kekayaan budaya, mulai dari bahasa daerah, tarian tradisional, musik, pakaian adat, kuliner, hingga nilai-nilai kearifan lokal harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Selain memperkuat identitas budaya, Irau Bawang Furu Safi juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, pertanian, dan ekonomi kreatif. Kehadiran pelaku usaha lokal dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa agenda budaya dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi desa.
Jakaria mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Kabupaten Malinau.
Pemerintah Kabupaten Malinau juga memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku seni, serta seluruh warga Desa Pulau Sapi yang telah menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Mengakhiri sambutannya, Jakaria secara resmi membuka Irau Bawang Furu Safi dan Pagelaran Seni Budaya Tahun 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan sukses serta mampu memperkuat persatuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Malinau kepada masyarakat yang lebih luas.











