NEWS

SINERGI Kaltara Disiapkan, Strategi Hubungkan UMKM ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning

107
×

SINERGI Kaltara Disiapkan, Strategi Hubungkan UMKM ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning

Share this article

Intisari

  • Pemprov Kaltara memperkenalkan SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri) dalam FGD di Kantor Gubernur, sebagai jembatan penghubung UMKM lokal dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning (10.100 hektare, PSN).
  • Sekprov Denny Harianto memaparkan masih ada sekitar 51.840 pelaku UMKM yang belum terhubung ekosistem industri, sementara nilai investasi Kaltara melonjak 160% dari Rp11,79 triliun (2024) menjadi Rp30,64 triliun (2025), namun pertumbuhan PDRB per kapita hanya sekitar 3,2%.
  • Tanpa kolaborasi terintegrasi, Kaltara berisiko menghadapi enclave economy—investasi besar masuk namun manfaatnya minim dirasakan masyarakat lokal; Denny mengajak seluruh perangkat daerah mendukung implementasi SINERGI Kaltara.

DPNTimes.com, TANJUNG SELOR – Investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan lonjakan yang menggembirakan. Kawasan Industri Tanah Kuning berkembang sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi.

Namun di balik besarnya peluang itu, masih tersimpan satu pekerjaan rumah, yakni memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menikmati manfaat dari geliat investasi tersebut.

« of 5 »

Berangkat dari kondisi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memperkenalkan gagasan SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) dalam Forum Group Discussion (FGD) SINERGI Kaltara yang digelar di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (8/7).

Baca Juga  Pemkab Nunukan Kembali Gelar UPK

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan SINERGI Kaltara dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan UMKM lokal dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning.

“Kami menyusun SINERGI Kaltara sebagai langkah agar peluang ekonomi yang sangat besar benar-benar dapat dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” kata Denny.

Ia menjelaskan, Kaltara memiliki Kawasan Industri Tanah Kuning seluas 10.100 hektare yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi dalam skala besar.

Namun, di sisi lain, masih terdapat sekitar 51.840 pelaku UMKM yang belum terhubung dengan ekosistem industri tersebut. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan besar karena pelaku usaha lokal belum memperoleh ruang yang memadai untuk masuk ke dalam rantai pasok industri.

“Ini menjadi persoalan yang harus segera kita selesaikan. Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi UMKM kita tidak ikut tumbuh,” ujarnya.

Baca Juga  Hari Bhakti Transmigrasi ke 72, Gubernur-Ketua TP-PKK Kaltara Rayakan Bersama Warga Perbatasan

Denny memaparkan bahwa nilai investasi di Kaltara meningkat dari sekitar Rp11,79 triliun pada 2024 menjadi Rp30,64 triliun pada 2025 atau naik sekitar 160 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap Kaltara.

Kenaikan tersebut seharusnya diikuti peningkatan kesejahteraan yang signifikan, yang tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sekitar 3,2 persen.

“Artinya, pertumbuhan investasi yang tinggi belum sepenuhnya menghasilkan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena belum adanya mekanisme kolaborasi yang mampu menghubungkan kawasan industri dengan UMKM lokal secara terintegrasi. Jika dibiarkan, kebocoran ekonomi akan semakin besar karena kebutuhan industri lebih banyak dipenuhi dari luar daerah.

Selain berdampak pada ekonomi, kondisi tersebut juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial, melemahkan daya saing UMKM, menghambat program hilirisasi nasional, hingga menurunkan daya tarik investasi jangka panjang akibat rendahnya penerapan prinsip keberlanjutan melalui pelibatan pelaku usaha lokal.

“Bahkan kita bisa menghadapi enclave economy, ketika investasi besar hadir tetapi manfaatnya hanya sedikit dirasakan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Karena itu, Denny mengajak seluruh perangkat daerah membangun kolaborasi dalam mendukung implementasi SINERGI Kaltara.

Baca Juga  Warga di Papua Serahkan Amunisi Senpi Kepada Satgas 131/Brs

Melalui program ini, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, memenuhi kebutuhan industri, serta menjadi bagian dari rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Itu yang ingin kita wujudkan melalui SINERGI Kaltara,” pungkasnya. (dkisp)

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Verified by MonsterInsights