TOKOH

Mengenal Lebih Dekat Plt Camat Sebatik Utara

43
×

Mengenal Lebih Dekat Plt Camat Sebatik Utara

Share this article
Plt Camat Sebatik Utara Zainal Abidinsyah dan Istri

Intisari

  • Zainal Abidinsyah merupakan putra asli Kalimantan Utara dengan pengalaman lintas OPD.

  • Saat ini menjabat Plt Camat Sebatik Utara dan Kepala UPTD LLA Sebatik.

    « of 2 »
  • Aktif dalam organisasi adat dan sosial untuk menjaga harmoni masyarakat perbatasan.

DPNTimes.com, NUNUKAN – Zainal Abidinsyah, S.E., lahir di Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, 07 Juni 1976, merupakan putra asli Kalimantan Utara berdarah Banjar. Di usia yang menginjak 50 tahun, ia dikenal sebagai sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang matang dalam pengalaman, terbentuk oleh proses panjang birokrasi, kerja lapangan, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial dan adat masyarakat.

Saat ini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Kecamatan Sebatik Utara, sekaligus Kepala UPTD Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Sebatik pada Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan.
Baginya, jabatan bukan sekadar posisi administratif.

“Amanah itu bukan untuk dibanggakan, tapi untuk dikerjakan sebaik-baiknya. Kalau masyarakat masih butuh kehadiran pemerintah, maka kita harus hadir,” ujarnya.

Rekam Jejak Birokrasi yang Dibentuk oleh Proses

Karier Zainal Abidinsyah, S.E. sebagai ASN tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia telah menjalani penugasan di delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan, yaitu:

  1. Kantor Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran (Linmas & PMK) Kabupaten Nunukan
  2. Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Kabupaten Nunukan
  3. Kantor Kecamatan Sebatik
  4. Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan
  5. Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan
  6. Kantor Kecamatan Sebatik Timur
  7. Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan (penugasan lanjutan)
  8. Kantor Kecamatan Sebatik Utara, saat ini sebagai Plt Camat

Pengalaman lintas OPD tersebut membentuk perspektif birokrasi yang utuh, mulai dari urusan ketenteraman dan ketertiban umum, pemerintahan kecamatan, pengelolaan wilayah perbatasan, hingga pelayanan transportasi masyarakat.

“Setiap OPD memberi pelajaran berbeda. Dari situ saya belajar bahwa pemerintahan harus saling terhubung dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Kepemimpinan yang Hadir dan Tidak Berjarak

Dalam menjalankan tugas sebagai Plt Camat Sebatik Utara, Zainal Abidinsyah, S.E. dikenal dengan gaya kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan.

Ia aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, unsur TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Pendekatan dialog dan musyawarah menjadi pilihan utama dalam menyikapi persoalan kewilayahan.

“Kadang masyarakat tidak selalu menuntut solusi cepat. Yang paling penting, mereka ingin didengar dan ditemani mencari jalan keluar,” katanya.

Sebagai Kepala UPTD LLA Sebatik, ia juga menunjukkan kepedulian terhadap aspek keselamatan dan pelayanan transportasi masyarakat pesisir dan perbatasan, dengan keterlibatan langsung sebagai bentuk tanggung jawab kepemimpinan.

Pengabdian Sosial dan Adat di Tengah Keberagaman

Sebagai putra daerah Kalimantan Utara berdarah Banjar, Zainal Abidinsyah, S.E. memiliki kedekatan emosional dengan nilai adat dan budaya. Di luar tugas kedinasan, ia dipercaya mengemban sejumlah peran sosial dan adat, antara lain :

  1. Ketua Dewan Adat Banjar (DAB) DPD Kabupaten Nunukan
  2. Ketua Pasukan Merah Serdaduuq Adat Regant Tatau (PM-SART) DPD Kabupaten Nunukan
  3. Koordinator Wilayah Pulau Sebatik di Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Utara (KBBKU) Cabang Kabupaten Nunukan

Peran PM-SART sebagai Penguat Harmoni Sosial

Sebagai Ketua Pasukan Merah Serdaduuq Adat Regant Tatau (PM-SART) DPD Kabupaten Nunukan, Zainal Abidinsyah, S.E. menempatkan organisasi adat tersebut sebagai wadah pembinaan dan penguatan nilai kearifan lokal yang berjalan secara persuasif dan konstruktif.

PM-SART diposisikan sebagai mitra sosial yang mengedepankan disiplin, etika adat, serta penghormatan terhadap hukum dan aturan negara.

Melalui pendekatan dialog dan musyawarah, PM-SART turut berperan dalam menjaga kondusivitas lingkungan, membantu meredam potensi konflik sosial, serta memperkuat solidaritas masyarakat di tengah keberagaman.

“Organisasi adat harus menjadi penyejuk, bukan pemicu. Tugas kita adalah merawat persatuan dan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan dengan cara yang bijak,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, peran PM-SART dijalankan sejalan dengan semangat kebangsaan dan mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Nunukan.

Belajar dari Masyarakat, Mengabdi untuk Daerah

Bagi Zainal Abidinsyah, S.E., masyarakat bukan hanya objek pelayanan, melainkan mitra dan sumber pembelajaran.

“Saya banyak belajar dari masyarakat. Mereka tahu betul kondisi di lapangan. Tugas pemerintah adalah menyambungkan itu dengan kebijakan,” ujarnya.

Pendekatan inilah yang membentuk dirinya sebagai figur ASN yang komunikatif, membumi, dan terbuka terhadap masukan.

Dengan latar belakang sebagai putra asli Kalimantan Utara, pengalaman birokrasi lintas OPD, serta keterlibatan aktif dalam organisasi sosial dan adat, Zainal Abidinsyah, S.E. menjalankan amanah sebagai Plt Camat Sebatik Utara dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab.

“Selama masih diberi kepercayaan, saya akan berusaha bekerja jujur dan sebaik mungkin untuk masyarakat,” tutupnya.

Author

Bagikan ini...
Baca Juga  Pimpin Apel Perdana ASN 2026, Bupati Wempi Tekankan Pelayanan Optimal

Leave a Reply

Verified by MonsterInsights