SPORT

Masuki Babak Perempat Final, Klub Annur FC Pertanyakan Profesionalitas Wasit dan Hakim Garis

12
×

Masuki Babak Perempat Final, Klub Annur FC Pertanyakan Profesionalitas Wasit dan Hakim Garis

Share this article

DPNTimes.com, Nunukan – Kompetisi Sepak Bola Bupati Nunukan Cup 2023 telah memasuki babak perempat final, di mana satu tim yakni IKAPI FC telah memastikan posisinya di babak final.

Sementara itu, pada sore tadi kesebelasan Annur FC yang bertemu dengan ATM FC hingga saat ini masih menimbulkan kontroversi atas keputusan wasit maupun hakim garis yang memimpin jalannya pertandingan untuk memperebutkan tiket menuju final berhadapan dengan IKAPI FC.

Dalam dua kali 40 menit itu, Annur FC yang bermain agresif beberapa kali nyaris mengancam gawang ATM yang dijaga oleh Ferdiansyah eks penjaga gawang Persipura Jayapura.

Namun, beberapa momentum sempat menuai protes dari manajemen Annur FC yang menganggap keputusan wasit dan hakim garis tidak profesional dalam mengambil keputusan. Momennya, saat penyerang Annur FC Dekite menerima operan dari gelandang tengah dari Annur FC namun dianggap telah melewati sejumlah pemain dari ATM dan dianggap melakukan offside. Padahal, posisi Dekite saat itu berada dibelakang libero ATM FC.

Baca Juga  Gelar Karya Bakti, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung Bantu Masyarakat Perbatasan Perbaiki Akses Jalan

Kesempatan emas itu pun akhirnya terbuang sia-sia, akibat keputusan wasit dan hakim garis yang dianggap tidak profesional dan terkesan berat sebelah oleh manajemen Annur FC.

Manager Annur FC H Rahmat menyampaikan, pihaknya cukup kecewa atas sejumlah keputusan wasit dan hakim garis yang mengawal jalannya pertandingan memperebutkan tiket menuju babak final tersebut.

“Bukan hanya satu kali, tapi keputusan ini terjadi berkali-kali saat pemain kami mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol, justru selalu dihadiahi offside,” ujar Rahmat, Senin (30/10/2023).

Menurut Rahmat, timnya senantiasa siap menerima konsekuensi dari pertandingan yang dilakoninya asalkan seluruh perangkat pertandingan dapat berlaku profesional dan jujur. Karena, sebagai pemilik klub baru yang muncul di Nunukan, dirinya cukup pesimis jika dewan pengadil terus bekerja secara tidak profesional maka jangan mengharapkan hadirnya pertandingan sepak bola yang layak dinikmati dan diapresiasi oleh masyarakat Nunukan.

Baca Juga  Turnamen Volley Ball Bupati Cup 2024 U-17 Tingkat Pelajar di Kecamatan Sebuku Resmi Dibuka

“Jadi seperti ini, jangan sampai dengan adanya oknum-oknum wasit yang tidak profesional membuat klub-klub seperti saya yang memang niatnya untuk mencetak pesepak bola berprestasi dan mempersiapkan atlet-atlet muda membuat pesepak bola kita antipati dengan perlakuan seperti ini,” ujarnya.

Dirinya berharap kedepan pihak penyelenggara turnamen sepak bola di Nunukan dapat lebih selektif menunjuk wasit maupun hakim garis dalam mengawal pertandingan secara jujur dan fair play.

“Semoga ini jadi pelajaran bagi kedepannya dan masukan kami juga bagi penyelenggara, jangan melibatkan wasit atau pengadil yang memiliki track record kurang baik dalam mengawal pertandingan, karena kapan sepak bola Nunukan bisa maju kalau kondisi pengadilnya seperti ini. Semoga sukses terus kompetisi-kompetisi sepak bola di Nunukan,” pungkasnya.(dns/red)

Baca Juga
Baca Juga  Dari Panggung Paras Fest HUT ke-24 Nunukan, Novia Bachmid Tampil Memukau Penonton

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights