EDUKASIKESEHATAN

Meriahkan HUT ke-24, IPeKB Nunukan Demo Olah Makanan Sehat Diminati Anak

10
×

Meriahkan HUT ke-24, IPeKB Nunukan Demo Olah Makanan Sehat Diminati Anak

Share this article

DPNTimes.com, Nunukan – Ikatan Penyuluh Keluaraga Berencana (IPeKB) Nunukan berpartisipasi memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Nunukan dengan menggelar aksi Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT), Kamis (19/10).

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kabid Dalduk dan KB) pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduka dan Keluarga Berencana (Dinke P2KB) Suriyati memberikan apresiasinya atas inisiatif IPeKB melaksanakan aksi tersebut yang juga merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga  Meriahkan HUT ke-24 Nunukan, Dinkes PPKB Bersama Tim Penggerak PKK Gelar Pelayanan Sunatan Massal

Suriyati menyebut kegiatan dapur sehat juga merupakan bentuk pelatihan untuk mengedukasi masyarakat dalam membuat makanan bagi ibu hamil (bumil) dan bayi lima tahun (balita) dengan bahan lokal.

“Bahan makanan tidak harus mahal namun bisa memilih dan memilah bahan-bahan yang terjangkau dengan kuantitas dan kandungan gizi yang bagus,” sebut dia.

Lebih lanjut disampaikan Suriyati sebgaimana dikutip pada laman SIMP4TIK Nunukan, Stunting merupakan permasalahan penting yang harus ditangani secara serius dengan memberikan asupan gizi maksimal kepada bumil dan balita di bawah dua tahun.

Sementara Sub Kader IPeKB Kelurahan Nunukan tengah, Kecamatan Nunukan Warlinda yang hadir selaku nara sumber yang melakukan demo masak Nasi Gulung dan Nuget Protein.

Menurut Linda, dua menu masakan yang ia berikan sesuai dengan program pemerintah dalam mencegah stunting pada 2023 yakni memperkaya makanan dengan sumber protein hewani.

Baca Juga  Produk Unggulan, Batik Tulis Kreasi WBP Lapas Kelas IIB Nunukan Tembus Pasar Nasional

“Kedua jenis makanan yang dipilih untuk didemokan hari ini kaya dengan sumber protein hewani maupun sumber protein nabati. Bahan-bahannya juga murah dan mudah didapatkan di pasar,” ujar dia.

Kebanyakan ibu, kata Linda melanjutkan, sudah memahami menu makanan sehat unutk mencegah stunting. Hanya saja, masih banyak juga yang belum benar-benar menyiapkan waktunya untuk mengolah makanan sehat untuk pertumbuhan anak sedini mungkin.

“Memang untuk mengolah makanan sehat bagi balita membutuhkan waktu tersendiri selaian ibu juga dituntut kreatif dalam membuat makanan sehingga menarik minat dan mau dimakan oleh anak balita,” terang dia.(*/adv)

Baca Juga
Baca Juga  Kabupaten Nunukan Dapatkan Piala Adipura untuk Kedua Kalinya

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights