NEWS

FMD Batalkan Rencana Aksi di Hotel Lenflin Nunukan, Pilih Jalur Diskusi

43
×

FMD Batalkan Rencana Aksi di Hotel Lenflin Nunukan, Pilih Jalur Diskusi

Share this article

Intisari

  • FMD membatalkan rencana aksi unjuk rasa di Karaoke Hotel Lenflin Nunukan setelah menyepakati jalur dialog bersama Polres Nunukan.
  • Rencana aksi awalnya dipicu dugaan pekerja di bawah umur dan dugaan penjualan minuman keras di tempat karaoke tersebut.
  • Koordinator Lapangan FMD, Harkim, menyatakan pembatalan aksi diambil setelah berkoordinasi dengan Sat Intelkam Polres Nunukan demi menjaga kondusivitas keamanan.

DPNTimes.com,NUNUKAN – Forum Mahasiswa Demokrasi (FMD) bersama Polres Nunukan menyepakati langkah dialog untuk menyikapi sejumlah isu yang berkembang terkait aktivitas tempat hiburan malam di Kabupaten Nunukan Kesepakatan tersebut sekaligus membuat FMD membatalkan rencana aksi unjuk rasa di Karaoke Hotel Lenflin Nunukan.

Baca Juga  Hampir Selesai, Wakil Bupati HST: TMMD Dapat Menghemat Pembiayaan

Rencana aksi tersebut sebelumnya mencuat menyusul adanya dugaan pekerja di bawah umur serta dugaan penjualan minuman keras (miras) di tempat karaoke yang berada di wilayah Kabupaten Nunukan. Isu tersebut menjadi perhatian masyarakat dan turut memicu keresahan di kalangan mahasiswa.

« of 5 »

Koordinator Lapangan FMD, Harkim, mengatakan pihaknya menilai perlu adanya penertiban dan pengawasan dari aparat penegak hukum terhadap dugaan pelanggaran yang disampaikan masyarakat.

“Manajemen Hotel Lenflin kami anggap gagal dalam menyelenggarakan kegiatannya yang diduga menjual miras dan menyediakan LC di bawah umur. Karena itu, kami akan melakukan aksi unjuk rasa guna mendorong penertiban oleh APH terkait tuntutan kami,” ujar Harkim.

Menurutnya, rencana aksi FMD merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat sekitar yang kemudian disampaikan kepada pihak terkait.

Baca Juga  Lantik Pejabat Fungsional dan PPPK, Gubernur Minta ASN Aplikasikan Nilai BerAKHLAK

Namun, setelah berkoordinasi dengan personel Polres Nunukan, khususnya jajaran Sat Intelkam, FMD sepakat mengedepankan jalur diskusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Langkah itu diambil dengan mempertimbangkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta meminimalisir potensi dampak yang dapat muncul dari pelaksanaan aksi unjuk rasa.

“Kami sangat berterima kasih atas masukan dan saran dari personel Polres Nunukan, dalam hal ini Sat Intelkam. Kami menyepakati bahwa aksi kami batalkan dan akan menempuh jalur diskusi agar tuntutan kami dapat direalisasikan oleh pihak terkait,” kata Harkim.

FMD berharap melalui jalur dialog, berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat dibahas secara terbuka dan mendapatkan tindak lanjut dari pihak-pihak yang berwenang.

Editor: Anto

Author

Baca Juga  Puncak Harkopnas Kaltara, Hadirkan Pasar Murah dan Layanan Kesehatan Gratis

Bagikan ini...

Leave a Reply

Verified by MonsterInsights