OPINI

Surat Redaksi DPNTimes: Kaltara Ramai, Tapi Masih Terpinggirkan

51
×

Surat Redaksi DPNTimes: Kaltara Ramai, Tapi Masih Terpinggirkan

Share this article

Intisari

  • Suara warganet Kaltara makin lantang, tetapi belum berdaya tekan.
  • Media sosial menciptakan ilusi keterwakilan tanpa perubahan kebijakan.
  • Daerah perbatasan butuh agenda bersama, bukan sekadar viral.

Redaksi DPNTimes.com merasa perlu menyampaikan catatan ini secara terbuka.

Kalimantan Utara hari ini terlihat semakin ramai di media sosial. Isu daerah diangkat.

« of 2 »

Kritik dilontarkan. Keluhan dibagikan. Tagar sesekali naik ke permukaan. Sekilas, ini tampak seperti kemajuan.

Namun di balik keramaian itu, ada kenyataan yang tidak boleh diabaikan: Kaltara masih belum diperhitungkan secara serius dalam pengambilan kebijakan nasional.

Ramai di Linimasa, Sunyi di Meja Kebijakan

Kami mencatat, mayoritas percakapan digital dari Kaltara berhenti di ruang ekspresi. Emosi disalurkan, tetapi jarang diarahkan.

Isu berganti cepat, sementara persoalan mendasar—logistik mahal, infrastruktur timpang, layanan publik terbatas—tetap berulang.

Baca Juga  DPP LPPI : Tudingan Komunisme Menyusup ke TNI, Tudingan Gatot Tendensius dan Tidak Ilmiah

Negara bekerja dengan logika prioritas. Dan prioritas tidak lahir dari kebisingan sesaat, melainkan dari tekanan publik yang konsisten dan terstruktur.

Di titik inilah Kaltara masih tertinggal.

Media Sosial Memberi Suara, Bukan Kekuatan

DPNTimes menilai media sosial telah memberi ruang bicara bagi masyarakat Kaltara. Namun ruang bicara tidak otomatis berarti kekuatan tawar.

Tanpa agenda yang jelas, suara daerah mudah larut dalam arus nasional.

Algoritma hanya mengangkat yang emosional dan sementara. Negara menunggu yang terorganisir dan berkelanjutan.

Ini bukan soal kurangnya keberanian warga, tetapi soal arah dan kepemimpinan wacana publik.

Lingkungan: Isu Besar yang Terus Diulang, Tapi Tak Dikawal

Kerusakan lingkungan di Kaltara sering viral. Foto dan video menyebar cepat. Amarah publik muncul. Lalu hilang.

Yang jarang terlihat adalah:

  • pengawalan kebijakan,
  • tuntutan konkret,
  • dan evaluasi berkelanjutan.

Tanpa itu, viral hanya menjadi siklus emosi, bukan alat perubahan.

Baca Juga  Lanal Nunukan Dampingi Pangkoarmada RI Tinjau Suar Karang Unarang

Prestasi Dirayakan, Ketimpangan Terlupakan

Kami mengapresiasi setiap prestasi anak-anak Kaltara di tingkat nasional. Namun redaksi menegaskan: prestasi individu tidak boleh menjadi penutup mata atas lemahnya sistem.

Selama fasilitas, pembinaan, dan dukungan struktural tidak dibenahi, prestasi hanya akan menjadi pengecualian, bukan hasil kebijakan.

Catatan Kritis Redaksi

DPNTimes memandang persoalan utama Kaltara hari ini bukan pada akses informasi, melainkan pada kemampuan mengubah suara menjadi tekanan kebijakan.

Selama kritik berhenti di linimasa dan tidak disatukan dalam tuntutan bersama, daerah perbatasan akan terus berada di posisi pinggir.

Penutup

Redaksi DPNTimes percaya, Kaltara memiliki sumber daya manusia yang kuat dan kesadaran publik yang tumbuh.

Namun tanpa konsolidasi suara dan agenda yang jelas, keramaian digital hanya akan menjadi angka interaksi.

Kaltara tidak butuh lebih banyak viral.
Kaltara butuh lebih banyak perubahan.

Itu hanya mungkin jika suara publik tidak berhenti didengar, tetapi dipaksa untuk diperhitungkan.— Redaksi DPNTimes

Baca Juga  Selamat Tinggal? Media Lokal Kaltara Terancam Tutup Serentak!

Author

Bagikan ini...

Leave a Reply

Verified by MonsterInsights