Intisari
- 🚑 42 motor dan 9 mobil disalurkan untuk memperluas jangkauan layanan Pustu dan puskesmas.
- 🩺 Pustu jadi ujung tombak pemantauan kesehatan masyarakat hingga wilayah terluar Malinau.
- 📉 Target jangka panjang: peningkatan derajat kesehatan dan penurunan angka rujukan ke rumah sakit.
MALINAU โ Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat layanan kesehatan dasar dengan menyalurkan kendaraan operasional bagi Puskesmas Pembantu (Pustu).
Kebijakan ini difokuskan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan efektivitas pemantauan kondisi kesehatan masyarakat hingga wilayah terpencil.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, menegaskan bahwa penyerahan kendaraan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah.
Menurutnya, Pustu memegang peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar.
โHari ini, sesuai arahan pimpinan daerah, kita membagi kendaraan operasional kepada Pustu. Pustu adalah ujung tombak layanan kesehatan,โ ujar Ernes Silvanus, Selasa.
Ernes menjelaskan, dukungan sarana transportasi menjadi prioritas karena tenaga kesehatan di Pustu harus mampu menjangkau masyarakat secara langsung, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Dengan kendaraan operasional, layanan kesehatan diharapkan semakin cepat, merata, dan responsif.
Pada tahap ini, Pemkab Malinau menyerahkan 42 unit sepeda motor untuk Pustu.
Selain itu, sebelumnya pemerintah daerah juga telah menyalurkan 9 unit mobil operasional yang disiagakan di puskesmas, serta mobil ambulans, mobil jenazah, dan kendaraan operasional bagi pimpinan puskesmas.
โMobil ini tetap stand by di puskesmas, tidak ke mana-mana, karena diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat setempat,โ tegas Ernes.
Meski tampak sederhana, kendaraan roda dua tersebut dinilai sangat krusial dalam mendukung tugas tenaga kesehatan.
Ernes menekankan bahwa sarana ini mampu meringankan beban petugas sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar.
โMotor ini mungkin tidak ada apa-apanya, tapi paling tidak membantu meringankan beban dan memperluas jangkauan layanan,โ katanya.
Lebih lanjut, Ernes berharap penguatan Pustu dan puskesmas dapat mengurangi ketergantungan pada rujukan rumah sakit.
Menurutnya, rujukan hanya perlu dilakukan jika memang terdapat keterbatasan tenaga medis, peralatan, atau obat-obatan.
โKalau sedikit-sedikit dirujuk, itu menunjukkan ketidakmampuan kita. Rujukan boleh sepanjang memang ada keterbatasan,โ ujarnya.
Target jangka panjang dari kebijakan ini adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Malinau.
Bahkan, Ernes menilai berkurangnya angka kunjungan berobat justru menjadi indikator keberhasilan pelayanan kesehatan.
โKalau semakin sedikit orang berobat, berarti derajat kesehatan kita semakin baik,โ tuturnya.
Kendaraan operasional tersebut disalurkan ke wilayah-wilayah yang masih dapat dijangkau kendaraan roda dua dan roda empat, khususnya daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Malinau berharap langkah ini mampu memperkecil kesenjangan pelayanan kesehatan dan memperkuat layanan dasar hingga ke pelosok daerah. (**)







