Hal tersebut disampaikan Sekprov Denny saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Lapangan Agathis, Senin (6/7) pagi.

Baca Juga  DPRD Kaltara Minta Anggaran Jembatan Malinau–Krayan Naik Jadi Rp500 M, Sebut Rp150 M Masih Jauh dari Kebutuhan Perbatasan

Dalam arahannya, Denny mencontohkan keberhasilan Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim), yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,9 persen.

« of 5 »

Ia menyebutkan, meski memiliki wilayah yang relatif kecil dengan hanya empat kecamatan, Mojokerto mampu memaksimalkan potensi wisata, khususnya wisata sejarah, sehingga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberhasilan daerah lain dapat menjadi pembelajaran bagi kita. Potensi yang dimiliki harus dipetakan dan dikembangkan secara bersama-sama,” ujar Denny.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Ikuti Rakor Rutin Pengendalian Inflasi Daerah

Denny menegaskan, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi memerlukan dukungan dan sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui kolaborasi tersebut, ia optimistis potensi wisata yang dimiliki Kaltara dapat dikembangkan lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bisa menjadi contoh bagi Kaltara. Peningkatan PAD dari sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama meningkatkannya,” tutupnya. (dkisp)