Intisari
- Malam Ta’aruf MTQ X Tingkat Provinsi Kaltara di Malinau menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di Bumi Benuanta.
- Pemprov Kaltara mengapresiasi kesiapan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah serta menegaskan MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan harmoni.
- Seluruh peserta diajak membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan akhlakul karimah.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di Bumi Benuanta.
Malam Ta’aruf tersebut dibuka oleh Gubernur Kaltara yang diwakili oleh Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si.
Dalam sambutannya, Sanusi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau di bawah kepemimpinan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H. atas kesiapan menjadi tuan rumah MTQ X Tingkat Provinsi Kaltara.
Ia menilai kerja keras panitia dan seluruh pihak telah menciptakan suasana yang hangat serta penuh kebersamaan sejak awal pelaksanaan kegiatan.
Sanusi mengatakan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan harmoni di tengah masyarakat.
“Keberagaman kafilah yang datang dari berbagai daerah merupakan representasi dari kekayaan budaya dan harmonisasi umat beragama yang harus terus dirawat di Kaltara,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pembina, hingga para peserta, untuk terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta bersama-sama mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter, cerdas, dan berakhlakul karimah.
Menurutnya, Malam Ta’aruf bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah antarkafilah dan masyarakat se-Kaltara.
“MTQ ini jangan hanya dipandang sebagai ajang perlombaan demi mengejar predikat siapa yang terbaik dalam membaca, menghafal, atau menafsirkan Al-Qur’an. Esensi utamanya adalah bagaimana kita secara kolektif membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam realitas kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Sanusi berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai wadah meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran dan akhlakul karimah selama mengikuti perlombaan. (dkisp)












