Intisari
- Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang berdialog santai dengan mahasiswa BEM se-Kalimantan di Tarakan, menyerap langsung aspirasi pembangunan daerah.
- Mahasiswa menyoroti kebutuhan sekretariat BEM dan persoalan beasiswa yang menurun, yang langsung direspons solutif oleh gubernur.
- Pemprov Kaltara berkomitmen mencari solusi bagi mahasiswa terdampak UKT agar tidak ada yang putus kuliah di tengah keterbatasan anggaran.
Di tengah jamuan makan malam, percakapan mengalir tanpa sekat. Mahasiswa yang tergabung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Wilayah Kaltara menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan mereka terhadap pembangunan daerah.
Gubernur Zainal tampak serius mendengarkan setiap masukan yang disampaikan. Baginya, mahasiswa bukan hanya peserta diskusi, tetapi bagian penting dari masa depan Kaltara.
“Saya selalu terbuka menerima masukan, gagaasan dan ide dari mahasiswa, karena kalian adalah generasi penerus pembangunan Kaltara kedepan,” kata Zainal.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti kebutuhan akan sekretariat BEM yang representatif, serta persoalan beasiswa yang dinilai mengalami penurunan.
Menanggapi hal itu, Zainal langsung merespons dengan pendekatan solutif.
“Untuk sekretariat, akan kita upayakan, termasuk opsi menyewa tempat,” ujarnya.
Zainal juga mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat berkurangnya pendapatan. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan akses pendidikan bagi mahasiswa.
“Kita cari jalan supaya tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah. Data yang terkendala UKT akan kita kumpulkan untuk dicarikan solusi,” tambahnya.
Menutup pertemuan, Zainal menyampaikan aspirasi dan harapannya agar Muswil BEM ini dapat melahirkan ide-ide segar yang mampu mendorong kemajuan Kaltara.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Kaltara, Jaini, S.Hut., M.P., serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Saiful Bachry, S.E. (dkisp)












