Categories: DAERAH

DPRD Nunukan Gelar RDP, Peternak Ayam Potong Lokal Keluhkan Alami Kerugian Akibat Pasokan Ayam Beku

Published by

<p>DPNTimes&comma;Nunukan-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah &lpar;DPRD&rpar; Kabupaten Nunukan menggelar rapat dengar pendapat &lpar;RDP&rpar; terkait kerugian peternak ayam potong lokal akibat maraknya pasokan ayam beku dari Luar Nunukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>RDP yang dipimpin oleh Wilson ini digelar di Ruang Rapat Amblat I Kantor DPRD Nunukan pada Selasa &lpar;17&sol;01&rpar; dengan menghadirkan Dinas Perdagangan&comma; Dinas Pertanian dan Ketahanna Pangan&comma; Balai Karantina Pertanian serta Asosiasi Peternak Ayam Potong Nunukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Asosiasi Peternak Ayam Tunon Taka Mitra Sejahtera &lpar;TMS&rpar;&comma; Selutan Tadem mengemukakan pihaknya saja menaungi 85 peternak dengan daya tampung kandang 150 ribu daily old chick &lpar;DOC&rpar; perminggu dimana setiap bulannya&comma; peternak mereka menerima 56 ribu hingga 60 ribu DOC setiap bulannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Rata-rata daya serap pasar untuk hari-hari biasa mencapai 1100 perhari atau sekitar 33 ribu hingga 35 ribu ekor perbulan&period; Ini baru TMS saja&comma; belum dari dua lainnya&comma; &&num;8221&semi; beber Selutan Tadem&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan daya tampung dan hasil panen yang dinilai mampu memenuhi permintaan pasar tersebut&comma; peternak ayam potong Nunukan dihadapkan pada tingginya pasokan ayam beku dari luar Nunukan yang mengakibatkan keterlambatan panen yang menimbul kerugian bagi para peternak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menyebutkan&comma; normalnya peter ak akan memanen ayam mereka paling lambat saat berusia 42 hari&period; Namun&comma; saat ini&comma; peternak memanen pada usia 50 hari bahkan ada yang sampai 60 hari dan pada akhirnya peternak dipaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk pakan ayam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Karenanya&comma; kmi meminta Pemerinth Kabuoaten Nunukan dalam hal ini OPD terkait agar melahirkan regulasi yang dapar melindungi peternak lokla&comma;&&num;8221&semi; pinta dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mengeluhkan hal serupa&comma; Susanto yang mewakili Mitra 88 juga menyayangkan tingginya pasokan ayam beku dari luar Kabupaten Nunukan sedangkan pihaknya mampu menyuplai 1000-1300 ekor perhari atau menjual sekira 40 ribu ekor ayam setiap bulannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Melihat besarnya panen ayam potong peternak lokal ini&comma; Nunukan tidak perlu lagi mendatang tambaham ayam beku dari luar yang justru akan merugikan peternak lokal dan menguntungkan pedagang luar Nunuka&comma;&&num;8221&semi; imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mendengar keluhan peternak ayam ini&comma; Wakil Ketua DPRD Nunukan Burhanuddin menjelaskan prinsip ketahanan pangan menurutnya adalah kemampuan menjaga ketersedian barang di lapangan sehingga tidak menimbulkn gejolak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dari manapun itu sumber harus dibuka&period; Mudah-mudhan saya tidak salah&comma;&&num;8221&semi; ungkap dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; kejadian panen serentak yang kadang terjadi sehingga menyebabkan stok melimpah dan pada hari berikutnya stok kurang&period; Dengan bnayaknya stok di pasar dinilai akan menguntungkan konsumen namun di sisi lain merugikan peternak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia meminta OPD terkait benar-benar mengkaji permasalahan ini sebelum seutuhnya memutus rantai pasokan ayam beku dari luar Nunukan agar tetap dapat menjaga stabilitas stok dan harga di pasar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Di sinilah peran pemerintah dengan melahirkan regulasi yang mengatur&period; Saya minta OPD terkait agar betul-betul mengkaji persoalan ini&period; Kalau perlu segera ambil tindakan sehingga permasalahan tidak berlarut-larut&comma; &&num;8221&semi; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selaku pimpinan rapat&comma; Wilson menyampaikan simpulan RDP&comma; bahwa pemerintah daerah terus berupaya menangani kondisi inflasi atau mencegah terjadinya inflasi di Nunukan yang dapat mengganggu sektor perekonomian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; ia meminta agar pemerintah mengkaji permasalahan ini secara mendalam dan segera membuat perda atau regulasi yang dapat melindungi peternak lokal dari hal-hal yang tidak diinginkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Tadi saya dengar ada beberapa data yang tidak sinkron sehingga diragukan kevalidannya&period; Karenanya&comma; kami meminta OPD terkait agar memetakan kebutuhan pasar dan menggunakan data tersebut untuk penyusunan regulasi nantinya&comma;&&num;8221&semi; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine; &NewLine; <&excl;--begin code -->&NewLine;&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma&lowbar;boxes&lowbar;2639"&NewLine; data-post&lowbar;id&equals;"2639"&NewLine; data-instance&lowbar;id&equals;"1"&NewLine; data-additional&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-layout-boxed&period;multiple-authors-target-the-content"&NewLine; data-original&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">&NewLine; <h2 class&equals;"widget-title box-header-title">Author<&sol;h2>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-prefix"><&sol;span>&NewLine; <div class&equals;"ppma-author-category-wrap">&NewLine; <span class&equals;"ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">&NewLine; <ul class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">&NewLine; &NewLine; <li class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-li author&lowbar;index&lowbar;0 author&lowbar;admin has-avatar">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar">&NewLine; <div class&equals;"avatar-image">&NewLine; <img alt&equals;'Redaksi' src&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;3dd8909d3ee130837f715406787b3c4c&period;jpg&quest;ver&equals;1771669831' srcset&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;074b148a05161419788cbd59ae55eeeb&period;jpg&quest;ver&equals;1771669831 2x' class&equals;'avatar avatar-80 photo' height&equals;'80' width&equals;'80' &sol;> <&sol;div>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar-details">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" rel&equals;"author" title&equals;"Redaksi" class&equals;"author url fn">Redaksi<&sol;a><&sol;div> &NewLine; <p class&equals;"pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">&NewLine; <&sol;p>&NewLine; &NewLine; <span class&equals;"pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">&NewLine; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" title&equals;"View all posts">&NewLine; <span>View all posts<&sol;span>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label&equals;"Website" href&equals;"http&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-admin-links"><&sol;span> <&sol;a><a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label&equals;"Email" href&equals;"mailto&colon;dpntimes&commat;gmail&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-email-alt"><&sol;span> <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&sol;li>&NewLine; <&sol;ul>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-suffix"><&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&excl;--end code -->&NewLine; &NewLine; &NewLine; &NewLine;

Bagikan ini...
Share
Published by