Categories: NEWS

Kaltara Terima Rp41,5 Miliar, Gubernur Fokuskan untuk Rehabilitasi Hutan

Published by

<div class&equals;"single-box&lowbar;&lowbar;header">&NewLine;<h2 class&equals;"article-entry">Intisari<&sol;h2>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Gubernur Kaltara Dr&period; H&period; Zainal A&period; Paliwang menandatangani Perjanjian Penyaluran Dana RBP REDD&plus; GCF Output 2 di Kantor BPDLH Jakarta&comma; dengan Kaltara menerima dana sekitar Rp41&comma;5 miliar melalui lembaga perantara YKAN&comma; di luar APBD&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Dana tersebut akan digunakan bertahap selama tiga tahun untuk membangun arsitektur REDD&plus;&comma; memperkuat KPH&comma; pengelolaan kebakaran hutan berbasis masyarakat&comma; patroli lapangan&comma; serta restorasi hutan dan mata pencaharian rendah karbon&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Kaltara memiliki 5&comma;49 juta hektare atau 78&comma;48 persen tutupan hutan dari total wilayahnya&comma; menjadikannya posisi strategis dalam mitigasi perubahan iklim&comma; didukung Dirut BPDLH Joko Tri Haryanto dan Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<div class&equals;"page-typography">&NewLine;<div class&equals;"post-content">&NewLine;<p><strong>DPNTimes&period;com&comma;JAKARTA<&sol;strong> – Pemerintah Provinsi &lpar;Pemprov&rpar; Kalimantan Utara &lpar;Kaltara&rpar; akan memanfaatkan pendanaan sebesar Rp41&comma;5 miliar dari proyek <em>Result-Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation &lpar;RBP REDD&plus;&rpar; Green Climate Fund &lpar;GCF&rpar; Output 2<&sol;em> untuk mendukung penghijauan&comma; terutama rehabilitasi hutan di Kaltara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltara&comma; Dr&period; H&period; Zainal A&period; Paliwang&comma; S&period;H&period;&comma; M&period;Hum&period;&comma; usai mengikuti proses penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana RBP REDD&plus; GCF Output 2 untuk 10 provinsi antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup &lpar;BPDLH&rpar; dan lembaga perantara di Kantor BPDLH&comma; JB Tower&comma; Jakarta Pusat&comma; Rabu &lpar;12&sol;8&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Zainal menyampaikan terima kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan RI&comma; Zulkifli Hasan&comma; serta pemerintah atas kepercayaan dan dukungan pendanaan yang diberikan kepada Kaltara&period; Ia memastikan dana tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan penghijauan&comma; khususnya rehabilitasi kawasan hutan di Kaltara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Terima kasih Bapak Menko&period; Alhamdulillah&comma; saya mewakili 10 gubernur dari 10 provinsi yang menandatangani penerimaan anggaran ini&period; Kami atas nama seluruh gubernur menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari pemerintah&comma;” kata Zainal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Khusus Kalimantan Utara mendapat bantuan dana lebih kurang Rp41&comma;5 miliar dan insyaallah akan kita manfaatkan betul-betul untuk kepentingan penghijauan di Kalimantan Utara&comma; terutama untuk rehabilitasi&comma;” sambungnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Zainal menjelaskan&comma; pendanaan tersebut tidak masuk ke dalam APBD Kaltara&comma; tetapi disalurkan melalui lembaga perantara yang ditunjuk untuk mendampingi pelaksanaan program&period; Untuk Kaltara&comma; lembaga perantara yang ditunjuk adalah Yayasan Konservasi Alam Nusantara &lpar;YKAN&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dana ini bukan masuk di APBD&comma; tetapi melalui pihak ketiga&comma; melalui perantara&period; Jadi kami bekerja sama dengan yayasan yang mendampingi pelaksanaan program yang kami tandatangani hari ini&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"page-typography">&NewLine;<div class&equals;"post-content">&NewLine;<p>Pendanaan RBP REDD&plus; GCF Output 2 merupakan bagian dari pendanaan sebesar USD103&comma;8 juta yang diterima Pemerintah Indonesia dari Green Climate Fund atas keberhasilan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 20&comma;25 juta ton CO₂e pada periode hasil 2014–2016&comma; ditambah insentif sebesar 2&comma;5 persen atas manfaat non karbon&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Zainal&comma; dukungan pendanaan tersebut sejalan dengan berbagai program yang telah dijalankan Pemprov Kaltara dalam mendukung pembangunan rendah emisi melalui implementasi Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca periode 2010–2030&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejumlah program yang telah dilakukan meliputi penguatan Kampung Iklim&comma; percepatan perhutanan sosial&comma; penerapan Transfer Anggaran Provinsi Berbasis Ekologi&comma; pengendalian kebakaran hutan dan lahan&comma; pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial&comma; revitalisasi Delta Kayan–Sembakung&comma; serta penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan &lpar;KPH&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemprov Kaltara juga terus memperkuat perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi&period; Saat ini&comma; pemerintah daerah tengah menyusun regulasi terkait perkebunan sawit berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tingkat kabupaten&comma; Kabupaten Bulungan telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2025 tentang Pedoman Identifikasi&comma; Pengelolaan&comma; dan Pemantauan Area Bernilai Konservasi Tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Seluruh langkah ini diarahkan untuk mendukung pembangunan rendah emisi sekaligus membuka peluang investasi hijau di sektor kehutanan dan tata guna lahan&comma;” kata Zainal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kaltara memiliki posisi strategis dalam agenda mitigasi perubahan iklim&period; Berdasarkan bahan media pers&comma; sekitar 5&comma;49 juta hektare atau 78&comma;48 persen dari wilayah administrasi Kaltara merupakan tutupan hutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kondisi tersebut menjadi modal penting sekaligus tanggung jawab besar bagi Kaltara dalam menjaga hutan tropis dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemanfaatan dana RBP REDD&plus; GCF Output 2 akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun&period; Pada tahap awal&comma; Pemprov Kaltara akan membangun arsitektur REDD&plus; yang operasional melalui penyusunan kebijakan&comma; pengembangan sistem informasi geografis&comma; registrasi aksi mitigasi dalam Sistem Registri Nasional&comma; penguatan Sistem Informasi Safeguards&comma; serta penyusunan mekanisme pembagian manfaat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tahap selanjutnya diarahkan untuk memperkuat KPH&comma; pengelolaan kebakaran hutan berbasis partisipasi masyarakat&comma; patroli lapangan&comma; serta penanganan konflik dan perambahan hutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pendanaan juga akan diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan restorasi hutan serta mengembangkan mata pencaharian rendah karbon berbasis desa dan komunitas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Secara keseluruhan&comma; pengembangan REDD&plus; di Kalimantan Utara ditujukan untuk menciptakan hutan yang sehat&comma; menurunkan emisi karbon&comma; dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang inklusif&comma;” ujar Zainal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Direktur Utama BPDLH&comma; Joko Tri Haryanto menegaskan pentingnya pengelolaan pendanaan lingkungan hidup secara akuntabel&comma; kredibel&comma; dan transparan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia berharap pendanaan RBP REDD&plus; GCF Output 2 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat penurunan emisi&comma; memperkuat pengelolaan hutan lestari&comma; sekaligus meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar kawasan hutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Eksekutif YKAN&comma; Herlina Hartanto menilai Kaltara memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu contoh praktik baik implementasi REDD&plus; di Indonesia&period; Menurutnya&comma; pendanaan berbasis hasil menunjukkan bahwa perlindungan hutan dapat memberikan nilai nyata bagi pembangunan hijau di tingkat subnasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui dukungan tersebut&comma; Pemprov Kaltara berkomitmen memastikan pengelolaan hutan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan&comma; tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian&comma; dana Rp41&comma;5 miliar tersebut diharapkan menjadi penguat bagi langkah Kaltara menjaga hutan&comma; menekan emisi&comma; sekaligus membangun ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat&period; &lpar;dkisp&rpar;<&sol;p>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;div>&NewLine; &NewLine; <&excl;--begin code -->&NewLine;&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma&lowbar;boxes&lowbar;2639"&NewLine; data-post&lowbar;id&equals;"2639"&NewLine; data-instance&lowbar;id&equals;"1"&NewLine; data-additional&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-layout-boxed&period;multiple-authors-target-the-content"&NewLine; data-original&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">&NewLine; <h2 class&equals;"widget-title box-header-title">Author<&sol;h2>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-prefix"><&sol;span>&NewLine; <div class&equals;"ppma-author-category-wrap">&NewLine; <span class&equals;"ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">&NewLine; <ul class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">&NewLine; &NewLine; <li class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-li author&lowbar;index&lowbar;0 author&lowbar;admin has-avatar">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar">&NewLine; <div class&equals;"avatar-image">&NewLine; <img alt&equals;'Redaksi' src&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;3dd8909d3ee130837f715406787b3c4c&period;jpg&quest;ver&equals;1787397237' srcset&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;074b148a05161419788cbd59ae55eeeb&period;jpg&quest;ver&equals;1787397237 2x' class&equals;'avatar avatar-80 photo' height&equals;'80' width&equals;'80' &sol;> <&sol;div>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar-details">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" rel&equals;"author" title&equals;"Redaksi" class&equals;"author url fn">Redaksi<&sol;a><&sol;div> &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <span class&equals;"pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">&NewLine; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" title&equals;"View all posts">&NewLine; <span>View all posts<&sol;span>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label&equals;"Website" href&equals;"http&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-admin-links"><&sol;span> <&sol;a><a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label&equals;"Email" href&equals;"mailto&colon;dpntimes&commat;gmail&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-email-alt"><&sol;span> <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&sol;li>&NewLine; <&sol;ul>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-suffix"><&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&excl;--end code -->&NewLine; &NewLine; &NewLine; &NewLine;

Bagikan ini...
Share