Categories: NEWS

SINERGI Kaltara Disiapkan, Strategi Hubungkan UMKM ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning

Published by

<div class&equals;"page-typography">&NewLine;<div class&equals;"post-content">&NewLine;<div class&equals;"single-box&lowbar;&lowbar;header">&NewLine;<h2 class&equals;"article-entry">Intisari<&sol;h2>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<div class&equals;"page-typography">&NewLine;<div class&equals;"post-content">&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Pemprov Kaltara memperkenalkan SINERGI Kaltara &lpar;Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri&rpar; dalam FGD di Kantor Gubernur&comma; sebagai jembatan penghubung UMKM lokal dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning &lpar;10&period;100 hektare&comma; PSN&rpar;&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Sekprov Denny Harianto memaparkan masih ada sekitar 51&period;840 pelaku UMKM yang belum terhubung ekosistem industri&comma; sementara nilai investasi Kaltara melonjak 160&percnt; dari Rp11&comma;79 triliun &lpar;2024&rpar; menjadi Rp30&comma;64 triliun &lpar;2025&rpar;&comma; namun pertumbuhan PDRB per kapita hanya sekitar 3&comma;2&percnt;&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Tanpa kolaborasi terintegrasi&comma; Kaltara berisiko menghadapi enclave economy—investasi besar masuk namun manfaatnya minim dirasakan masyarakat lokal&semi; Denny mengajak seluruh perangkat daerah mendukung implementasi SINERGI Kaltara&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p><strong>DPNTimes&period;com&comma; TANJUNG SELOR<&sol;strong> – Investasi di Kalimantan Utara &lpar;Kaltara&rpar; terus menunjukkan lonjakan yang menggembirakan&period; Kawasan Industri Tanah Kuning berkembang sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional &lpar;PSN&rpar; yang diproyeksikan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun di balik besarnya peluang itu&comma; masih tersimpan satu pekerjaan rumah&comma; yakni memastikan pelaku Usaha Mikro&comma; Kecil dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; lokal tidak hanya menjadi penonton&comma; tetapi ikut menikmati manfaat dari geliat investasi tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berangkat dari kondisi itu&comma; Pemerintah Provinsi &lpar;Pemprov&rpar; Kaltara memperkenalkan gagasan SINERGI Kaltara &lpar;Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara&rpar; dalam Forum Group Discussion &lpar;FGD&rpar; SINERGI Kaltara yang digelar di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara&comma; Rabu &lpar;8&sol;7&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sekretaris Daerah Provinsi &lpar;Sekprov&rpar; Kaltara H&period; Denny Harianto&comma; S&period;E&period;&comma; M&period;M&period;&comma; mengatakan SINERGI Kaltara dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan UMKM lokal dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami menyusun SINERGI Kaltara sebagai langkah agar peluang ekonomi yang sangat besar benar-benar dapat dirasakan masyarakat&comma; khususnya pelaku UMKM&comma;” kata Denny&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; Kaltara memiliki Kawasan Industri Tanah Kuning seluas 10&period;100 hektare yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional &lpar;PSN&rpar;&period; Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi dalam skala besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; di sisi lain&comma; masih terdapat sekitar 51&period;840 pelaku UMKM yang belum terhubung dengan ekosistem industri tersebut&period; Kondisi itu dinilai menjadi tantangan besar karena pelaku usaha lokal belum memperoleh ruang yang memadai untuk masuk ke dalam rantai pasok industri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini menjadi persoalan yang harus segera kita selesaikan&period; Jangan sampai industri berkembang pesat&comma; tetapi UMKM kita tidak ikut tumbuh&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Denny memaparkan bahwa nilai investasi di Kaltara meningkat dari sekitar Rp11&comma;79 triliun pada 2024 menjadi Rp30&comma;64 triliun pada 2025 atau naik sekitar 160 persen&period; Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap Kaltara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kenaikan tersebut seharusnya diikuti peningkatan kesejahteraan yang signifikan&comma; yang tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto &lpar;PDRB&rpar; per kapita sekitar 3&comma;2 persen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Artinya&comma; pertumbuhan investasi yang tinggi belum sepenuhnya menghasilkan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena belum adanya mekanisme kolaborasi yang mampu menghubungkan kawasan industri dengan UMKM lokal secara terintegrasi&period; Jika dibiarkan&comma; kebocoran ekonomi akan semakin besar karena kebutuhan industri lebih banyak dipenuhi dari luar daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain berdampak pada ekonomi&comma; kondisi tersebut juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial&comma; melemahkan daya saing UMKM&comma; menghambat program hilirisasi nasional&comma; hingga menurunkan daya tarik investasi jangka panjang akibat rendahnya penerapan prinsip keberlanjutan melalui pelibatan pelaku usaha lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bahkan kita bisa menghadapi enclave economy&comma; ketika investasi besar hadir tetapi manfaatnya hanya sedikit dirasakan masyarakat sekitar&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Denny mengajak seluruh perangkat daerah membangun kolaborasi dalam mendukung implementasi SINERGI Kaltara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui program ini&comma; UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas&comma; memenuhi kebutuhan industri&comma; serta menjadi bagian dari rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk&comma; tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat&period; Itu yang ingin kita wujudkan melalui SINERGI Kaltara&comma;” pungkasnya&period; &lpar;dkisp&rpar;<&sol;p>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;div>&NewLine; &NewLine; <&excl;--begin code -->&NewLine;&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma&lowbar;boxes&lowbar;2639"&NewLine; data-post&lowbar;id&equals;"2639"&NewLine; data-instance&lowbar;id&equals;"1"&NewLine; data-additional&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-layout-boxed&period;multiple-authors-target-the-content"&NewLine; data-original&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">&NewLine; <h2 class&equals;"widget-title box-header-title">Author<&sol;h2>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-prefix"><&sol;span>&NewLine; <div class&equals;"ppma-author-category-wrap">&NewLine; <span class&equals;"ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">&NewLine; <ul class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">&NewLine; &NewLine; <li class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-li author&lowbar;index&lowbar;0 author&lowbar;admin has-avatar">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar">&NewLine; <div class&equals;"avatar-image">&NewLine; <img alt&equals;'Redaksi' src&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;3dd8909d3ee130837f715406787b3c4c&period;jpg&quest;ver&equals;1783163430' srcset&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;074b148a05161419788cbd59ae55eeeb&period;jpg&quest;ver&equals;1783163430 2x' class&equals;'avatar avatar-80 photo' height&equals;'80' width&equals;'80' &sol;> <&sol;div>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar-details">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" rel&equals;"author" title&equals;"Redaksi" class&equals;"author url fn">Redaksi<&sol;a><&sol;div> &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <span class&equals;"pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">&NewLine; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" title&equals;"View all posts">&NewLine; <span>View all posts<&sol;span>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label&equals;"Website" href&equals;"http&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-admin-links"><&sol;span> <&sol;a><a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label&equals;"Email" href&equals;"mailto&colon;dpntimes&commat;gmail&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-email-alt"><&sol;span> <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&sol;li>&NewLine; <&sol;ul>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-suffix"><&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&excl;--end code -->&NewLine; &NewLine; &NewLine; &NewLine;

Bagikan ini...
Share