Categories: NEWS

Penggunaan Produk Lokal Dorong Meningkatnya Pendapatan Masyarakat

Published by

<p>DPNTimes&period;com&comma; Tanjung Selor &&num;8211&semi; Pelaksana Tugas &lpar;Plt&rpar; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan &lpar;Bappeda-Litbang&rpar; Kaltara&comma; Bertius&comma; S&period;Hut menjelaskan sejumlah indikator lolosnya provinsi ke 34 ini dari Middle Income Trap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satunya adalah kebijakan penggunaan produk lokal yang massif ke segala lini&period; Menurutnya&comma; menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal secara otomatis berdampak pada income mereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Yang utama menumbuhkan ke masyarakat mencintai produk kita sendiri&comma; sehingga otomatis yang dihasilkan oleh masyarakat akan menghasilkan income bagi masyarakat tersebut&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menyebutkan dengan dorongan produk lokal melalui dukungan kebijakan pemerintah daerah dapat menyentuh perekonomian masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Akhirnya kembali lagi ke kebijakan Pak Gubernur untuk mendorong kita memaksimalkan produk lokal dan home industri memastikan kita bisa terus meningkat perekenomian ditambah dukungan investasi yang masuk di Kaltara&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakannya melalui penggunaan produk lokal kebijakan selalu mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Karena kita menggunakan pangan lokal otomatis masyarakat lokal bisa berproduksi&comma; kemudian produksinya itu bisa menjadi duit dibeli&comma; otomatis daya belinya masyarakat kita juga akan naik&comma;” ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kebijakannya&comma; lanjut Bertius&comma; Gubernur selalu mendorong pelaku UMKM dengan produk lokalnya seperti batik&comma; singal dan produksi kerajinan lainnya untuk terus maju sehingga perekonomian Kaltara bergerak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Indikator lainnya&comma; kata Bertius&comma; berupa dukungan kebijakan pemerintah daerah adanya Proyek Strategis Nasional &lpar;PSN&rpar; Hal ini berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat pada produk pangan lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Melalui dukungan investasi masuk seperti ke Kawasan Industri Hijau Indonesia &lpar;KIHI&rpar; di Tanah Kuning&comma; Kabupaten Bulungan&comma; para pekerjanya membutuhkan logistik makanan pangan sehingga petani lokal dengan hasil panennya jadi terbeli&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seperti diketahui&comma; pemerintah melakukan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah di Indonesia&comma; walaupun hingga sekarang perekonomian masih terpusat di pulau Jawa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan bisa keluar dari middle income trap&comma; saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen belum cukup&comma; sehingga harus bisa didorong berkisar 6-7 persen yang disertai investasi yang tumbuh 6&comma;8 persen hingga dua dekade mendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau kita lihat per provinsi&comma; Jakarta ini sudah lolos middle income trap&period; Jakarta pendapatan per kapitanya 21 ribu dan provinsi lain yang juga sudah lolos middle income trap berdasarkan pendapatan per kapita&comma; yaitu Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara &lpar;Kaltara&rpar;&comma;&&num;8221&semi;kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian&comma; Airlangga Hartarto&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; jika ingin melihat bagaimana cara mengerek pendapatan per kapita suatu provinsi&comma; bisa berpatokan di antaranya ke provinsi-provinsi tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sebetulnya kita bisa melihat berbagai provinsi di Indonesia sebagai contoh bagaimana kita bisa mengerek sebagian besar provinsi lain agar secara nasional kita bisa lolos middle income trap&comma;&&num;8221&semi; ujar Airlangga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut&comma; Airlangga mengatakan jika Indonesia bisa lolos middle income trap di tahun 2045 nanti perekonomian RI bisa menjadi 9 triliun dolar AS&period; &lpar;dkisp&rpar;<&sol;p>&NewLine; &NewLine; <&excl;--begin code -->&NewLine;&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma&lowbar;boxes&lowbar;2639"&NewLine; data-post&lowbar;id&equals;"2639"&NewLine; data-instance&lowbar;id&equals;"1"&NewLine; data-additional&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-layout-boxed&period;multiple-authors-target-the-content"&NewLine; data-original&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">&NewLine; <h2 class&equals;"widget-title box-header-title">Author<&sol;h2>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-prefix"><&sol;span>&NewLine; <div class&equals;"ppma-author-category-wrap">&NewLine; <span class&equals;"ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">&NewLine; <ul class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">&NewLine; &NewLine; <li class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-li author&lowbar;index&lowbar;0 author&lowbar;admin has-avatar">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar">&NewLine; <div class&equals;"avatar-image">&NewLine; <img alt&equals;'Redaksi' src&equals;'https&colon;&sol;&sol;secure&period;gravatar&period;com&sol;avatar&sol;61ed5690fada7e298c48df10dd8630c28043593700e6510904fc52a8134fcf28&quest;s&equals;80&&num;038&semi;d&equals;mm&&num;038&semi;r&equals;g' srcset&equals;'https&colon;&sol;&sol;secure&period;gravatar&period;com&sol;avatar&sol;61ed5690fada7e298c48df10dd8630c28043593700e6510904fc52a8134fcf28&quest;s&equals;160&&num;038&semi;d&equals;mm&&num;038&semi;r&equals;g 2x' class&equals;'avatar avatar-80 photo' height&equals;'80' width&equals;'80' &sol;> <&sol;div>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar-details">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" rel&equals;"author" title&equals;"Redaksi" class&equals;"author url fn">Redaksi<&sol;a><&sol;div> <p class&equals;"pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">&NewLine; <&sol;p>&NewLine; &NewLine; <span class&equals;"pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">&NewLine; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" title&equals;"View all posts">&NewLine; <span>View all posts<&sol;span>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label&equals;"Website" href&equals;"http&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-admin-links"><&sol;span> <&sol;a><a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label&equals;"Email" href&equals;"mailto&colon;dpntimes&commat;gmail&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-email-alt"><&sol;span> <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&sol;li>&NewLine; <&sol;ul>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-suffix"><&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&excl;--end code -->&NewLine; &NewLine; &NewLine; &NewLine;

Bagikan ini...
Share
Published by