Categories: HUKUM

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Published by

<h3 data-section-id&equals;"1kv51md" data-start&equals;"332" data-end&equals;"366">Intisari<&sol;h3>&NewLine;<ul data-start&equals;"367" data-end&equals;"746">&NewLine;<li data-section-id&equals;"gkdgxd" data-start&equals;"367" data-end&equals;"500">Koalisi Pers Kaltim mengecam intimidasi&comma; perampasan alat&comma; dan penghapusan data terhadap wartawan saat meliput aksi di Samarinda&period;<&sol;li>&NewLine;<li data-section-id&equals;"u8vta0" data-start&equals;"502" data-end&equals;"615">Insiden ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan berpotensi pidana sesuai UU Pers&period;<&sol;li>&NewLine;<li data-section-id&equals;"vbd9ol" data-start&equals;"617" data-end&equals;"746">Koalisi menuntut perlindungan jurnalis&comma; pengusutan pelaku&comma; serta penghentian penghalangan kerja jurnalistik di ruang publik&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p><strong>DPNTimes&period;com&comma; Samarinda<&sol;strong> – Koalisi Pers Kalimantan Timur mengecam keras tindakan intimidasi&comma; represif&comma; serta penghapusan data terhadap wartawan saat meliput aksi 214 di Kebugernuran Kaltim&period; Peristiwa ini merupakan bentuk pembungkaman kerja jurnalistik dan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Insiden terjadi di dua lokasi berbeda dengan total empat jurnalis menjadi korban&period; Di dalam lingkungan Kantor Gubernur&comma; seorang jurnalis perempuan berinisial IM mengalami intimidasi&comma; ponselnya dirampas&comma; dan data hasil liputan dihapus secara paksa&period; Tindakan ini tidak hanya merampas hasil kerja jurnalistik&comma; tetapi juga menciptakan rasa takut bagi jurnalis yang sedang menjalankan tugas di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di lokasi terpisah&comma; tiga wartawan—Andi Asho &lpar;TV One&rpar;&comma; Rama Sihotang &lpar;Kaltim Post&rpar;&comma; dan Zulkifli Nurdin &lpar;Vonis&period;id&rpar;—sempat dihalangi saat meliput situasi di luar Kantor Gubernur yang merupakan ruang publik&period; Penghalangan ini menunjukkan adanya upaya membatasi akses informasi yang seharusnya terbuka bagi publik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua PWI Kaltim&comma; Rahman&comma; menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi&period; Aksi itu merupakan tindakan para pengecut&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kerja jurnalistik adalah kepentingan publik&period; Ketika wartawan diintimidasi dan dihalangi&comma; yang dirugikan bukan hanya jurnalis&comma; tetapi masyarakat luas yang berhak mendapatkan informasi&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terpisah&comma; Ketua AJI Samarinda&comma; Yuda Almerio&comma; menegaskan bahwa aksi tersebut tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun&period; Bila bersih mengapa harus risih&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kerja jurnalistik adalah bagian dari kepentingan publik&period; Ketika jurnalis diintimidasi&comma; dirampas alat kerjanya&comma; bahkan dihapus datanya&comma; itu adalah bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers&comma;” ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menjelaskan bahwa perlindungan terhadap wartawan sejatinya telah memiliki landasan yang kuat melalui Standar Perlindungan Profesi Wartawan &lpar;SPPW&rpar; yang ditetapkan Dewan Pers&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;SPPW dengan jelas menyatakan bahwa jurnalis wajib dilindungi dari ancaman&comma; kekerasan&comma; maupun tekanan apa pun saat menjalankan tugas jurnalistik&comma;” ujar Yuda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Koordinator Divisi Advokasi AJI Samarinda&comma; Hasyim Ilyas&comma; menambahkan bahwa tindakan tersebut berpotensi pidana&period; Pasal 18 ayat &lpar;1&rpar; UU Pers secara tegas menyebutkan bahwa siapa pun yang menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidana dengan ancaman penjara hingga dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini bukan pelanggaran ringan&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Senada&comma; Ketua IJTI Kaltim&comma; Priyo Puji&comma; menyebut tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Melarang&comma; mengusir&comma; merampas alat kerja&comma; hingga menghapus data liputan adalah bentuk pelanggaran hukum&period; Ini preseden buruk dan harus dihentikan&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan kejadian tersebut&comma; Koalisi Pers Kalimantan Timur menyampaikan empat tuntutan&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>1&period; Mendesak Gubernur Kalimantan Timur&comma; Rudy Masud untuk menjamin perlindungan dan keamanan jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik di seluruh wilayah&comma; termasuk di lingkungan kantor pemerintahan&period;<br &sol;>&NewLine;2&period; Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku intimidasi&comma; perampasan alat kerja&comma; dan penghapusan data wartawan&period;<br &sol;>&NewLine;3&period; Menuntut penghentian segala bentuk penghalangan kerja jurnalistik&comma; termasuk pelarangan meliput di ruang publik yang seharusnya terbuka&period;<br &sol;>&NewLine;4&period; Memastikan pemulihan hak jurnalis korban&comma; termasuk pengembalian data dan jaminan tidak terulangnya kejadian serupa&comma; sesuai dengan prinsip perlindungan kerja pers dalam UU Pers&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Koalisi Pers Kalimantan Timur menegaskan bahwa kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang tidak boleh diganggu oleh siapa pun&period; Ruang publik harus tetap terbuka bagi kerja jurnalistik&comma; tanpa tekanan&comma; tanpa intimidasi&comma; dan tanpa rasa takut&period; &lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine; &NewLine; <&excl;--begin code -->&NewLine;&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma&lowbar;boxes&lowbar;2639"&NewLine; data-post&lowbar;id&equals;"2639"&NewLine; data-instance&lowbar;id&equals;"1"&NewLine; data-additional&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-layout-boxed&period;multiple-authors-target-the-content"&NewLine; data-original&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">&NewLine; <h2 class&equals;"widget-title box-header-title">Author<&sol;h2>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-prefix"><&sol;span>&NewLine; <div class&equals;"ppma-author-category-wrap">&NewLine; <span class&equals;"ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">&NewLine; <ul class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">&NewLine; &NewLine; <li class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-li author&lowbar;index&lowbar;0 author&lowbar;admin has-avatar">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar">&NewLine; <div class&equals;"avatar-image">&NewLine; <img alt&equals;'Redaksi' src&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;3dd8909d3ee130837f715406787b3c4c&period;jpg&quest;ver&equals;1777113633' srcset&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;074b148a05161419788cbd59ae55eeeb&period;jpg&quest;ver&equals;1777113633 2x' class&equals;'avatar avatar-80 photo' height&equals;'80' width&equals;'80' &sol;> <&sol;div>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar-details">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" rel&equals;"author" title&equals;"Redaksi" class&equals;"author url fn">Redaksi<&sol;a><&sol;div> &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <span class&equals;"pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">&NewLine; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" title&equals;"View all posts">&NewLine; <span>View all posts<&sol;span>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label&equals;"Website" href&equals;"http&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-admin-links"><&sol;span> <&sol;a><a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label&equals;"Email" href&equals;"mailto&colon;dpntimes&commat;gmail&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-email-alt"><&sol;span> <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&sol;li>&NewLine; <&sol;ul>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-suffix"><&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&excl;--end code -->&NewLine; &NewLine; &NewLine; &NewLine;

Bagikan ini...
Share