Categories: DAERAHNEWS

Wacana DOB Menguat di Kaltara, Ruman Tumbo: Pelayanan Publik Terlalu Jauh, Pemekaran Mendesak

Published by

<p>DPNTimes&period;com&comma; Tanjung Selor &&num;8211&semi; Wacana pembentukan Daerah Otonom Baru &lpar;DOB&rpar; kembali mencuat di Kalimantan Utara seiring meningkatnya kebutuhan layanan dasar di wilayah-wilayah terpencil&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Anggota Komisi IV DPRD Kaltara&comma; Ruman Tumbo&comma; menilai bahwa sejumlah daerah&comma; termasuk Kabudaya&comma; telah memenuhi alasan kuat untuk dimekarkan agar pelayanan publik lebih mudah dijangkau masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ruman menegaskan bahwa jarak yang jauh dari pusat pemerintahan menjadi persoalan utama yang dirasakan warga di wilayah perbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mencontohkan beberapa daerah yang bahkan lebih dekat ke Malaysia dibandingkan ke pusat kabupaten di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau DOB itu&comma; Krayan itu wajib sebenarnya jadi daerah baru karena jauh dari kota&period; Dia lebih dekat ke Malaysia daripada ke Indonesia&comma;” ujarnya<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; kebutuhan pemekaran bukan lagi sekadar wacana&comma; melainkan kebutuhan nyata yang terus disuarakan masyarakat di perbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun demikian&comma; hambatan terbesar dalam realisasinya justru berasal dari kebijakan moratorium pemerintah pusat yang menghentikan pembentukan daerah baru sejak beberapa tahun terakhir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Anda tahu apa pertimbangannya pusat&comma; kok di-moratorium semua di sini&comma;” kata Ruman&comma; menyinggung ketidakjelasan kebijakan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menilai pemerintah pusat perlu lebih melihat kondisi riil di lapangan&comma; terutama terkait kesulitan masyarakat memperoleh pelayanan dasar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ruman mengungkapkan bahwa pada 25 November mendatang akan digelar pertemuan bersama Dirjen Otonomi Daerah&comma; yang rencananya berlangsung di Kabudaya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia telah menerima undangan resmi dan berkomitmen untuk menyampaikan langsung urgensi pemekaran wilayah tersebut dalam forum tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dicontohkan Ruman&comma; bahwa situasi Kabudaya hampir serupa dengan Sebatik&comma; wilayah perbatasan yang selama ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; menurutnya&comma; persoalan yang sering muncul dalam wacana DOB adalah soal pengelolaan sumber daya alam &lpar;SDA&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Yang jadi masalah dalam DOB-DOB ini kan SDA-nya&period; Bagaimana kalau hasil tambang semua ditarik ke pusat&quest;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ruman menilai bahwa idealnya sebagian besar pendapatan dari SDA harus tetap berada di daerah untuk mempercepat pembangunan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun ia menyebut bahwa isu DOB kerap berubah menjadi persoalan politik yang menunda kesejahteraan masyarakat&period; Ia bahkan menyinggung satu wilayah yang tetap diberi izin meski moratorium masih berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Contohnya Popo itu&comma; karena politis moratorium tapi dikasih&period; Itu sebenarnya bagus itu DOB&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski polemik tersebut masih terjadi&comma; Ruman tetap menegaskan bahwa pemekaran wilayah merupakan instrumen strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Tujuan daripada DOB adalah untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat&period; Wilayah kita luas sekali&period; Bupati tidak mampu menjangkau semua dengan anggaran terbatas&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan bahwa dukungannya terhadap pemekaran bukan muncul tiba-tiba&comma; melainkan telah ia suarakan sejak lebih dari satu dekade lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya sudah tanda tangan dukungan DOB dari 15 tahun lalu&period; Ini bukan hal baru&period; Kita ingin pelayanan pemerintah lebih dekat&comma; pembangunan lebih cepat&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski demikian&comma; ia menyadari bahwa keputusan akhir tetap berada di pemerintah pusat&period; Selama moratorium belum dicabut&comma; wacana DOB di Kalimantan Utara kemungkinan akan terus menguat tanpa kejelasan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun Ruman berharap pertemuan 25 November nanti dapat membuka kembali ruang pembahasan dan mendorong pemerintah pusat melihat urgensi tersebut secara lebih objektif&period;&lpar;adv&rpar;<&sol;p>&NewLine; &NewLine; <&excl;--begin code -->&NewLine;&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma&lowbar;boxes&lowbar;2639"&NewLine; data-post&lowbar;id&equals;"2639"&NewLine; data-instance&lowbar;id&equals;"1"&NewLine; data-additional&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-layout-boxed&period;multiple-authors-target-the-content"&NewLine; data-original&lowbar;class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">&NewLine; <h2 class&equals;"widget-title box-header-title">Author<&sol;h2>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-prefix"><&sol;span>&NewLine; <div class&equals;"ppma-author-category-wrap">&NewLine; <span class&equals;"ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">&NewLine; <ul class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">&NewLine; &NewLine; <li class&equals;"pp-multiple-authors-boxes-li author&lowbar;index&lowbar;0 author&lowbar;admin has-avatar">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar">&NewLine; <div class&equals;"avatar-image">&NewLine; <img alt&equals;'Redaksi' src&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;3dd8909d3ee130837f715406787b3c4c&period;jpg&quest;ver&equals;1772879460' srcset&equals;'https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;wp-content&sol;litespeed&sol;avatar&sol;1&sol;074b148a05161419788cbd59ae55eeeb&period;jpg&quest;ver&equals;1772879460 2x' class&equals;'avatar avatar-80 photo' height&equals;'80' width&equals;'80' &sol;> <&sol;div>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-avatar-details">&NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" rel&equals;"author" title&equals;"Redaksi" class&equals;"author url fn">Redaksi<&sol;a><&sol;div> &NewLine; <div class&equals;"pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">&NewLine; <&sol;div>&NewLine; &NewLine; <span class&equals;"pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">&NewLine; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com&sol;author&sol;admin&sol;" title&equals;"View all posts">&NewLine; <span>View all posts<&sol;span>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label&equals;"Website" href&equals;"http&colon;&sol;&sol;dpntimes&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-admin-links"><&sol;span> <&sol;a><a class&equals;"ppma-author-user&lowbar;email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label&equals;"Email" href&equals;"mailto&colon;dpntimes&commat;gmail&period;com" target&equals;"&lowbar;self"><span class&equals;"dashicons dashicons-email-alt"><&sol;span> <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&sol;li>&NewLine; <&sol;ul>&NewLine; <&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <span class&equals;"ppma-layout-suffix"><&sol;span>&NewLine; <&sol;div>&NewLine; <&excl;--end code -->&NewLine; &NewLine; &NewLine; &NewLine;

Bagikan ini...
Share
Published by