
<p>DPNTimes.com, Tanjung Selor — Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Yancong, mendesak pemerintah mempercepat penyelesaian perubahan status lahan tambak yang hingga kini masih berada di dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) atau kawasan kehutanan.</p>
<p>Menurutnya, ribuan hektare tambak masyarakat tersebar di kawasan yang secara aturan tidak dapat digunakan untuk budidaya perikanan.</p>
<p>“Masalah sekarang, lahan tambak seluas kurang lebih puluhan ribu hektare, bahkan kurang lebih 100.000 hektare, berada di dalam kawasan kehutanan. Padahal itu sudah dikelola masyarakat,” ungkap Yancong, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, regulasi kehutanan tidak mengizinkan aktivitas budidaya perikanan dilakukan di kawasan tersebut.</p>
<p>Karena itu, pemerintah daerah perlu mendorong Pemerintah Pusat untuk mengalihkan statusnya menjadi Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) atau kawasan budidaya perikanan.</p>
<p>“Solusinya adalah perubahan status kawasan. Ini penting agar masyarakat bisa mengurus surat-surat dan legalitas tambak mereka,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Yancong juga mempertanyakan tindak lanjut dari proses pengurusan sertifikat lahan yang telah diajukan sejumlah petambak di beberapa wilayah Kaltara.</p>
<p>“Ada lokasi tambak yang sudah mengurus sertifikat dan menyelesaikan status melalui pemerintah. Namun tindak lanjutnya belum jelas sampai di mana,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa permasalahan status lahan tambak harus segera diselesaikan.</p>
<p>DPRD mendorong agar pembahasan dilakukan secara berkelanjutan bersama mitra terkait, terutama dinas yang menangani urusan kehutanan.</p>
<p>“Langkah selanjutnya harus dibahas serius dengan Dinas Kehutanan. Permasalahan ini mendesak dan harus mendapat prioritas,” tambahnya.(adv)</p>
<p> ;</p>
<p> ;</p>
 
 <!--begin code -->

 
 <div class="pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma_boxes_2639"
 data-post_id="2639"
 data-instance_id="1"
 data-additional_class="pp-multiple-authors-layout-boxed.multiple-authors-target-the-content"
 data-original_class="pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">
 <h2 class="widget-title box-header-title">Author</h2>
 <span class="ppma-layout-prefix"></span>
 <div class="ppma-author-category-wrap">
 <span class="ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">
 <ul class="pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">
 
 <li class="pp-multiple-authors-boxes-li author_index_0 author_admin has-avatar">
 <div class="pp-author-boxes-avatar">
 <div class="avatar-image">
 <img alt='Redaksi' src='https://dpntimes.com/wp-content/litespeed/avatar/1/3dd8909d3ee130837f715406787b3c4c.jpg?ver=1776508768' srcset='https://dpntimes.com/wp-content/litespeed/avatar/1/074b148a05161419788cbd59ae55eeeb.jpg?ver=1776508768 2x' class='avatar avatar-80 photo' height='80' width='80' /> </div>
 </div>
 
 <div class="pp-author-boxes-avatar-details">
 <div class="pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href="https://dpntimes.com/author/admin/" rel="author" title="Redaksi" class="author url fn">Redaksi</a></div> 
 <div class="pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">
 </div>
 
 <span class="pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">
 <a href="https://dpntimes.com/author/admin/" title="View all posts">
 <span>View all posts</span>
 </a>
 </span>
 <a class="ppma-author-user_url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label="Website" href="http://dpntimes.com" target="_self"><span class="dashicons dashicons-admin-links"></span> </a><a class="ppma-author-user_email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label="Email" href="mailto:dpntimes@gmail.com" target="_self"><span class="dashicons dashicons-email-alt"></span> </a>
 </div>
 </li>
 </ul>
 </span>
 </div>
 <span class="ppma-layout-suffix"></span>
 </div>
 <!--end code -->
 
 
 

This website uses cookies.