
<p>DPNTimes.com, Tanjung Selor – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Ruman Tumbo, menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi infrastruktur dasar di wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Krayan, Kabupaten Nunukan.</p>
<p>Ia mendesak pemerintah pusat untuk “melek mata” dan melihat langsung ketertinggalan pembangunan yang masih dialami masyarakat di daerah terdepan Indonesia tersebut.</p>
<p>Politisi senior Partai Demokrat itu menilai situasi Krayan sangat ironis. Meski berada di garis batas negara, wilayah yang disebutnya sebagai pagar hidup Republik itu selama bertahun-tahun masih tertinggal jauh dibandingkan daerah tetangga di Malaysia.</p>
<p>“Jalan perbatasan di Krayan itu bukan hanya rusak. Banyak yang bahkan tidak layak disebut jalan. Masyarakat bergerak seperti di wilayah yang tak pernah tersentuh republik,” ujar Ruman Tumbo, Selasa (18/11/2025).</p>
<h2>Akses Darat Memprihatinkan, Mobilitas Ekonomi Tersendat</h2>
<p>Ruman menjelaskan, sejumlah akses darat di Krayan masih berupa jalur tanah berlubang yang berubah sangat licin saat hujan.</p>
<p>Kondisi itu menyulitkan warga untuk berkegiatan, bahkan untuk sekadar keluar-masuk kampung.</p>
<p>“Kita bicara kawasan strategis nasional, tapi masyarakat masih harus menempuh perjalanan ekstrem berjam-jam. Bandingkan dengan daerah seberang (Malaysia), infrastrukturnya jauh lebih tertata,” tegasnya.</p>
<p>Ketimpangan infrastruktur itu, menurutnya, bisa berdampak pada mobilitas barang, kegiatan ekonomi, hingga rasa kehadiran negara bagi masyarakat perbatasan.</p>
<p>“Kalau akses darat saja gagal hadir, bagaimana investasi dan layanan publik mau berkembang,” tambahnya.</p>
<h2>Kesehatan Minim, Rujukan Tergantung Cuaca</h2>
<p>Selain jalan, sektor kesehatan di Krayan juga tidak kalah memprihatinkan. Ruman menyebut, masih banyak desa yang hanya memiliki satu tenaga kesehatan untuk melayani puluhan hingga ratusan warga.</p>
<p>“Tenaga kesehatan minim, obat terbatas, fasilitas sering tidak memadai. Dalam kondisi darurat, warga hanya mengandalkan penerbangan perintis. Kalau cuaca buruk, nyawa jadi taruhannya,” jelasnya.</p>
<h3>Pendidikan Juga Tertinggal</h3>
<p>Permasalahan pendidikan pun menjadi sorotan. Ruman menyebut masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan yang lapuk dan kekurangan ruang belajar, sehingga siswa harus bergantian masuk kelas.</p>
<p>“Bagaimana kita bicara kualitas SDM kalau fasilitas dasarnya saja belum terpenuhi,” tegas legislator asal Nunukan tersebut.</p>
<h2>Desak Program Khusus Percepatan Pembangunan Perbatasan</h2>
<p>Ruman meminta pemerintah pusat tidak menjadikan perbatasan hanya sebagai slogan kedaulatan.</p>
<p>Ia menilai Krayan membutuhkan program percepatan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.</p>
<p>“Pusat jangan hanya datang saat agenda seremonial. Ada warga yang hidup lebih dekat ke Malaysia daripada ke kota kabupatennya sendiri. Negara harus hadir melalui infrastruktur yang memadai,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pembangunan perbatasan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut harga diri dan keadilan bagi masyarakat yang menjaga garda terdepan negara.</p>
<p>“Krayan itu garda depan Indonesia. Tapi sampai hari ini, mereka seperti hidup di halaman belakang republik,” tutupnya.(adv)</p>
<p> ;</p>
<p> ;</p>
 
 <!--begin code -->

 
 <div class="pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper pp-multiple-authors-layout-boxed multiple-authors-target-the-content box-post-id-2639 box-instance-id-1 ppma_boxes_2639"
 data-post_id="2639"
 data-instance_id="1"
 data-additional_class="pp-multiple-authors-layout-boxed.multiple-authors-target-the-content"
 data-original_class="pp-multiple-authors-boxes-wrapper pp-multiple-authors-wrapper box-post-id-2639 box-instance-id-1">
 <h2 class="widget-title box-header-title">Author</h2>
 <span class="ppma-layout-prefix"></span>
 <div class="ppma-author-category-wrap">
 <span class="ppma-category-group ppma-category-group-1 category-index-0">
 <ul class="pp-multiple-authors-boxes-ul author-ul-0">
 
 <li class="pp-multiple-authors-boxes-li author_index_0 author_admin has-avatar">
 <div class="pp-author-boxes-avatar">
 <div class="avatar-image">
 <img alt='Redaksi' src='https://dpntimes.com/wp-content/litespeed/avatar/1/3dd8909d3ee130837f715406787b3c4c.jpg?ver=1771669831' srcset='https://dpntimes.com/wp-content/litespeed/avatar/1/074b148a05161419788cbd59ae55eeeb.jpg?ver=1771669831 2x' class='avatar avatar-80 photo' height='80' width='80' /> </div>
 </div>
 
 <div class="pp-author-boxes-avatar-details">
 <div class="pp-author-boxes-name multiple-authors-name"><a href="https://dpntimes.com/author/admin/" rel="author" title="Redaksi" class="author url fn">Redaksi</a></div> 
 <p class="pp-author-boxes-description multiple-authors-description author-description-0">
 </p>
 
 <span class="pp-author-boxes-meta multiple-authors-links">
 <a href="https://dpntimes.com/author/admin/" title="View all posts">
 <span>View all posts</span>
 </a>
 </span>
 <a class="ppma-author-user_url-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-url" aria-label="Website" href="http://dpntimes.com" target="_self"><span class="dashicons dashicons-admin-links"></span> </a><a class="ppma-author-user_email-profile-data ppma-author-field-meta ppma-author-field-type-email" aria-label="Email" href="mailto:dpntimes@gmail.com" target="_self"><span class="dashicons dashicons-email-alt"></span> </a>
 </div>
 </li>
 </ul>
 </span>
 </div>
 <span class="ppma-layout-suffix"></span>
 </div>
 <!--end code -->
 
 
 

This website uses cookies.