Intisari
- Pemprov Kaltara, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesbang dan Pemerintahan, Dr. Tomy Labo, S.E., M.Si., menegaskan komitmen mendukung Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) agar data pemilih akurat, mutakhir, dan berkualitas hingga wilayah perbatasan.
- Tomy menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor mengingat kondisi geografis Kaltara yang menantang dan mobilitas penduduk tinggi, seraya membagikan pengalamannya saat menjadi Ketua PPK Mentarang pada Pemilu 1999 yang harus membuka TPS bergerak di pedalaman.
- Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Semester I Tahun 2026 di KPU Kaltara menetapkan jumlah pemilih sebanyak 546.534 orang (284.242 laki-laki dan 262.292 perempuan) yang tersebar di 5 kabupaten/kota, 55 kecamatan, dan 482 desa/kelurahan.
Komitmen itu diutarakan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan, Dr. Tomy Labo, S.E., M.Si., saat mewakili Gubernur Kaltara menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kaltara di Media Center Husni Kamil Manik, Kantor KPU Kaltara, Senin (6/7).
Dalam kesempatan tersebut, Tomy menyampaikan bahwa pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan sangat penting untuk meminimalkan berbagai persoalan, seperti data pemilih ganda, pemilih yang telah meninggal dunia namun masih tercatat, perubahan status kependudukan, hingga warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih tetapi belum terdaftar.
“Pemprov Kaltara memberikan apresiasi kepada KPU Provinsi Kaltara beserta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga kualitas data pemilih,” kata Tomy.
Ia menilai keberhasilan pemutakhiran data tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor. Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat Kaltara merupakan wilayah perbatasan dengan kondisi geografis yang menantang dan mobilitas penduduk yang cukup tinggi.
Tomy juga membagikan pengalamannya saat menjadi Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mentarang pada Pemilu 1999. Saat itu, ia bersama tim harus membawa dua kotak suara dan membuka TPS bergerak untuk melayani pemilih di Desa Long Pada yang berada di pedalaman.
“Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa tantangan geografis tidak boleh menjadi hambatan dalam memastikan hak pilih masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia berharap kemajuan teknologi informasi saat ini dapat dimanfaatkan untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus memperkuat koordinasi antar lembaga serta optimalisasi data kependudukan sebagai dasar penyusunan daftar pemilih.
Selain itu, Tomy mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan setiap perubahan data kependudukan agar data pemilih tetap valid dan akurat.
Pada rapat pleno tersebut, KPU Kaltara menetapkan hasil Rekapitulasi PDPB Semester I Tahun 2026 dengan jumlah pemilih sebanyak 546.534 orang, terdiri dari 284.242 pemilih laki-laki dan 262.292 pemilih perempuan yang tersebar di 5 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 482 desa/kelurahan. (dkisp)












